BENGKALIS – Kompassindonesinews.com – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, hingga akhir tahun 2025 belum juga memberikan manfaat bagi warga. Meski bangunan fisik telah berdiri sejak 2024, air bersih tak kunjung mengalir, memunculkan dugaan adanya penyimpangan dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
Sejumlah warga menyoroti mekanisme pengerjaan Pamsimas yang dinilai tidak sesuai dengan konsep dasar program, yakni swakelola berbasis masyarakat. Di lapangan, muncul dugaan kuat bahwa pekerjaan fisik proyek tersebut dikerjakan oleh pihak Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, bukan oleh Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Makmur sebagaimana tercantum dalam papan informasi kegiatan.
Pantauan wartawan menunjukkan, papan proyek secara jelas mencantumkan KKM Makmur sebagai pengelola. Namun realitas di lapangan dinilai warga tidak mencerminkan keterlibatan aktif kelompok masyarakat tersebut dalam proses pembangunan.
“Kalau sesuai aturan, Pamsimas ini seharusnya dikerjakan masyarakat lewat KKM. Tapi yang kami lihat, pekerjaannya seperti bukan swakelola. Ini yang membuat kami menduga ada yang tidak sesuai,” ujar seorang warga, Selasa (16/12/2025).
Dugaan penyimpangan mekanisme ini dinilai berpotensi berdampak langsung pada kualitas pekerjaan. Fakta di lapangan menunjukkan, meski telah dilakukan pengeboran di tiga titik berbeda, sumber air bersih yang layak hingga kini belum ditemukan.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan lemahnya kajian teknis sejak tahap perencanaan, khususnya terkait pemetaan sumber air. Padahal, Desa Kembung Baru dikenal sebagai wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.
Warga pun mendesak Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait pelaksanaan proyek Pamsimas di desa mereka. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran negara tersebut tidak berubah menjadi monumen tanpa fungsi.
“Bangunannya ada, tower berdiri, tapi air tidak mengalir. Kalau begini terus, masyarakat yang dirugikan. Kami minta penjelasan dan solusi nyata,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis maupun pihak terkait lainnya belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program Pamsimas di Desa Kembung Baru.
Penulis Harry














