https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bupati Moch Maesyal Rasyid, Menghadiri Doa Bersama Forkopimda Tangerang

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

TANGERANGKompassindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forkopimda menggelar istigosah untuk keselamatan bangsa dan daerah di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa Puspemkab Tangerang, Senin (29/12/2025).

Acara tersebut dihadiri Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Forkopimda, unsur TNI, Polri, Ketua DPRD, ASN, Kejaksaan, Satpol PP, Dishub, Camat, Kades, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tokoh Agama dan Masyarakat umum dan Tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa istigasah merupakan ikhtiar spiritual dan wujud nyata kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk memohon perlindungan dan keselamatan bangsa serta mohon kekuatan dalam menjaga stabilitas dan kedamaian bangsa, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Kegiatan doa bersama ini juga merupakan wujud ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi sodara – sodara kita yg ada di Sumatra dan Aceh agar di beri kesabaran dan ketabahan,” ungkap Bupati Maesyal.

Tema acara ini adalah
“Menyulam empati Dalam Do’a Untuk Korban Bencana Alam Sumatra dan Aceh”, Tausyiah di sampaikan oleh ustadz Dr.Adi Hidayat, LC.,MA.

Acara ini merupakan bentuk kepedulian dan empati masyarakat terhadap korban bencana alam di Sumatra dan Aceh. Dengan do’a bersama, diharapkan kekuatan dan kesabaran.

Dalam tausiyahnya Ustadz Adi,, menyampaikan,”Bencana alam mengingatkan kita akan kebesaran Allah, mari kita doakan korban bencana Sumatra dan Aceh dengan tulus, semoga mereka diberi kekuatan, kesabaran, dan pertolongan. Kita juga harus menjadi bagian dari solusi dengan membantu sesama,”ujarnya

Dengan penuh kerendahan hati untuk memohon pertolongan dan bimbingan Allah SWT agar bangsa Indonesia terhindar dari bencana dan diberi kekuatan untuk kembali pulih.

Dia menegaskan bahwa menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Peran dan dukungan dari para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting dan dibutuhkan dalam menanamkan nilai-nilai persatuan.

“Peran para ulama dan tokoh agama sangat penting dalam menanamkan nilai kesabaran, musyawarah, serta ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menyikapi setiap persoalan,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, di mana seluruh hadirin memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan dijauhkan dari segala bentuk Bencana.

(Dedi.ms)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *