https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Siswa SMA YBHM Garut Tidak Bisa Masuk Sekolah Akibat Sengketa Tanah Wakaf

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Garut KompasIndonesianews.com
Sejumlah siswa SMA Yayasan Baitul Hikmah Al Mamuni (YBHM) di Jln Otista Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa akibat adanya sengketa tanah wakaf yang hingga kini belum menemukan titik terang. Sengketa tersebut berdampak langsung pada akses masuk ke lingkungan sekolah, sehingga aktivitas pendidikan terganggu.Senin 12 Januari 2026.

Menurut pihak sekolah, lahan yang saat ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar merupakan tanah wakaf yang telah dimanfaatkan sejak lama untuk kepentingan pendidikan.
Namun di sisi lain, seorang pengusaha mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut, dengan alasan telah melakukan pembelian secara sah dan mengantongi sertifikat kepemilikan. Klaim tersebut memicu sengketa yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Perbedaan klaim antara pihak sekolah dan pengusaha itu berdampak serius terhadap aktivitas pendidikan. Sehingga para siswa tidak dapat memasuki area sekolah dan terpaksa dipulangkan. Para guru pun mengaku khawatir dengan keberlangsungan pendidikan anak didik mereka, terlebih jika permasalahan ini berlarut-larut.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Anak-anak menjadi korban, padahal mereka seharusnya mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan.
Pihak sekolah menyatakan telah berupaya melakukan komunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk tokoh masyarakat dan instansi pemerintah setempat, guna mencari solusi terbaik. Kami berharap agar proses mediasi dapat segera dilakukan demi kepentingan siswa,” ujar salah seorang guru.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan belajar mengajar belum dapat berjalan normal. Para siswa masih menunggu kepastian agar dapat kembali bersekolah dan melanjutkan proses pendidikan mereka tanpa rasa khawatir.
(D Hendar)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *