https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said, Polda Metro Jaya Lakukan Pengamanan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jakarta Kompassindonesianews.Com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/1). Untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, Polda Metro Jaya mengerahkan personel guna melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, pembongkaran dilakukan pada malam hari setelah kepadatan arus lalu lintas berkurang. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan.
“Rencana pembongkaran dilaksanakan malam hari dan berada di jalur lambat. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional,” ujar Komarudin.
Ia menjelaskan, selama arus lalu lintas masih terpantau lancar dan normal, pihak kepolisian tidak akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara khusus. Meski demikian, personel tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan maupun potensi gangguan selama proses pembongkaran berlangsung.
“Sesuai rencana, personel kami siapkan untuk pengamanan,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk membongkar tiang-tiang monorel yang mangkrak tersebut lantaran PT Adhi Karya selaku pihak terkait belum juga melakukan pembongkaran, meski proyek monorel telah lama dihentikan dan tidak dilanjutkan.
“Sudah kami surati dari dulu-dulu, pokoknya kami bongkar. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar,” ujar Pramono.
Pada Selasa pagi, Pramono Anung bersama sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta secara resmi memulai pembongkaran. Total terdapat sekitar 98 tiang monorel yang berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Proses pembongkaran diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan dengan target satu tiang dibongkar setiap harinya.
Selain pembongkaran, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun fasilitas pedestrian di sepanjang jalur tersebut untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.(andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *