https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Hingga Sabtu, Harga Sapi Jadi Pemicunya

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

JakartaKompassindonesianews.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta akan melakukan mogok berjualan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Aksi ini akan melibatkan pedagang daging sapi dan bandar sapi potong di pasar tradisional serta Rumah Potong Hewan (RPH) di wilayah Jabodetabek.

Aksi mogok ini diperkirakan juga dapat berdampak pada pasokan daging sapi di wilayah Jabodetabek, terutama jika diikuti oleh mayoritas pedagang di pasar tradisional dan RPH. Ketua DPD APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, mengatakan mogok dagang dilakukan sebagai bentuk protes dan keprihatinan pedagang terhadap kondisi perdagangan daging sapi yang dinilai semakin memberatkan.

“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).

Pemicu Aksi Mogok Wahyu menjelaskan, aksi mogok tersebut dipicu tidak terealisasinya hasil rapat antara APDI dengan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta instansi terkait yang digelar pada 5 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, pemerintah disebut menjanjikan kestabilan harga sapi hidup selama dua pekan. Namun, hingga kini harga sapi timbang hidup dari feedlot dinilai masih terlalu tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga karkas di RPH, sementara daya beli masyarakat justru melemah.

“Jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah ternyata tidak terealisasi. Harga sapi dari feedlot tetap tinggi, harga karkas ikut naik, sementara daya beli masyarakat sedang lemah,” kata Wahyu.

APDI menilai tingginya harga daging sapi berdampak besar terhadap pedagang di pasar tradisional serta masyarakat menengah ke bawah.

Aspirasi tersebut menjadi Pertimbangan utama pengurus untuk mengambil langkah mogok dagang.

Menurut Wahyu.
aksi ini juga dimaksudkan untuk mendorong terciptanya iklim perdagangan daging yang lebih kondusif di tengah tekanan biaya yang semakin besar.

APDI meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging sapi.

“Kami berharap kepada Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional dapat segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” ujar Wahyu.

(Dedi.ms)
Sumber : KOMPAS.com

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *