Kompassindonesianews.Com
Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memaparkan langkah-langkah strategis Operasi Pekat Jaya 2026 dalam memetakan wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk penindakan terhadap kepemilikan senjata api ilegal.
Asep menegaskan, fokus operasi diarahkan pada titik-titik yang kerap terjadi tawuran dan keributan jalanan, khususnya di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan yang dinilai memiliki frekuensi gangguan kamtibmas cukup tinggi, termasuk kawasan perbatasan.
“Sudah nanti kita akan fokus di wilkum Jakarta Pusat, Jakarta Timur yang sering, termasuk Jakarta Selatan,” ujar Asep di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, untuk wilayah perbatasan, Polda Metro Jaya akan menempatkan pos pantau serta mengintensifkan patroli gabungan secara mobile. Selain itu, langkah preventif juga melibatkan Direktorat PPA dan Direktorat Binmas.
“Wilayah perbatasan akan kita tempatkan pos pantau dan juga mobile dari patroli gabungan, dan juga tentunya dari Direktorat PPA dan Dirbinmas melakukan langkah-langkah preventif,” jelasnya.
Kapolda menambahkan, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga dengan pendekatan langsung ke masyarakat dan sekolah-sekolah yang terindikasi siswanya kerap terlibat tawuran.
“Atau warga-warga di kelurahan-kelurahan yang sudah kita petakan,” ujar Asep.
Terkait penindakan, Asep memastikan bahwa razia senjata api ilegal dilakukan secara berkelanjutan selama Operasi Pekat Jaya berlangsung. Ia juga memperlihatkan sejumlah barang bukti senjata api yang telah diamankan dari operasi sebelumnya.
“Terus, kita akan lakukan secara berkelanjutan. Yang di hadapan rekan-rekan juga sudah banyak ini senjata api yang sudah kita dapat,” ungkapnya.
Asep berharap pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026 secara masif dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Ia menegaskan bahwa sejumlah titik rawan, seperti Manggarai, kawasan Basura, serta Pancoran, telah masuk dalam pemetaan tiga Polres utama.
“Itu kan sudah kita petakan di tiga Polres, Polres Jakarta Pusat, Polres Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur,” tegasnya.
Dengan pendekatan preventif dan represif yang terukur, Polda Metro Jaya berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas serta menekan potensi konflik sosial di wilayah Jakarta. (Andi)
Beranda
Berita
Operasi Pekat Jaya 2026, Kapolda Metro Jaya Petakan Wilayah Rawan Tawuran hingga Razia Senpi Ilegal
Operasi Pekat Jaya 2026, Kapolda Metro Jaya Petakan Wilayah Rawan Tawuran hingga Razia Senpi Ilegal
https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Rekomendasi untuk kamu

Post Views: 210 Lahat ,KompassIndonesiaNews.Com Satreskrim Polres Lahat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman…

Post Views: 210 Gorontalo, kompasindonesianews.com – Polda Gorontalo mengingatkan seluruh personel untuk bijak dalam menggunakan…

Post Views: 210 Garut, Kompassindonesianews.com Kontestasi Pemilihan Ketua Umum (Pilketum) Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG)…

Post Views: 210 Gontor, —KompassIndonesiaNews. Seratus tahun telah berlalu. Dunia berubah, zaman bergerak, dan Alumni…

Post Views: 210 Kompassindonesianews.com Jakarta Barat, Selasa, 21 Juli 2026 – Dalam rangka memastikan pelaksanaan *Instruksi…









