https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bukan Overdosis, Polda Metro Jaya Klarifikasi Kematian Lula Lahfah

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
JAKARTA — Polda Metro Jaya membantah isu yang beredar di masyarakat bahwa selebgram Lula Lahfah meninggal dunia akibat dugaan overdosis. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
“Dugaan overdosis itu tidak benar,” kata Budi, menekankan bahwa informasi yang berkembang di ruang publik tidak akurat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga sikap simpati dan empati terhadap keluarga almarhum. “Tujuan kami meluruskan berita yang bias dan isu-isu di luar itu. Mari kita hormati keluarga almarhum,” ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menemukan sejumlah barang bukti di apartemen Lula. Barang bukti tersebut meliputi 44 tablet obat-obatan dalam kotak berwarna pink, pods beserta cairannya, serta tabung gas whip pink berukuran 2.050 gram.
Puslabfor Bareskrim Polri melakukan identifikasi terhadap obat-obatan dan pods tersebut. Dari pemeriksaan pods dan cairannya, petugas menemukan kandungan gliserin dan nikotin. Sementara itu, analisis terhadap tablet obat mengungkap sejumlah bahan aktif, antara lain Citalopram, Diethylpropion, Sulpiride, Mepivakain, Enkainid, Paramomycin, dan Klozapin, menurut Kepala Urusan Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Azhar Darlan.
Azhar menambahkan, tabung Whip Pink yang ditemukan di kamar asisten rumah tangga (ART) Lula dalam kondisi kosong. “Saat kami periksa, tabung berwarna pink kosong. Namun, penyidik menyerahkan tabung dengan merek dan produksi yang sama sebagai pembanding. Dari pemeriksaan tabung gas tersebut, kami menemukan kandungan nitrous oxide (N2O),” ujarnya.
Sebelumnya, jenazah Lula Lahfah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lantai 25 sebuah apartemen di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas keamanan pertama kali menemukan jenazah sekitar pukul 18.44 WIB.
(Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *