https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Mengingatkan Masyarakat Untuk Berhati – hati Saat Beraktivitas di Luar Rumah

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, R.Haris Martapa, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewasapadaan menyikapi dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sleman.

Haris menyampaikan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca ekstrem di perkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan,” katanya Minggu (01/02/2026).

Ia menyebut, cuaca ekstrem masih terjadi. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus waspada dan melakukan mitigasi di lingkungan masing – masing,” pesannya.

Lanjutnya, ia meminta warga memangkas pohon – pohon yang terlalu tinggi dan berpotensi membahayakan terutama yang berada di sekitar permukiman dan jalan. Selain itu, saluran air yang tersumbat diimbau untuk segera dibersihkan guna mencegah genangan maupun banjir.

Masyarakat bisa melakukan kerja bakti lingkungan masing – masing, membersihkan selokan yang mampat, serta meneliti kondisi infrastruktur rumah apakah ada bagian yang sudah lapuk dan berisiko roboh,” tambah Haris.

Lebih lanjut, Haris juga mengingatkan masyarakat untuk berhati – hati saat beraktivitas di luar rumah khususnya kekita hujan lebat disertai angin kencang. Ia menyarankan, pengendara sepeda motor atau yang lainnya untuk menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

” Jika hujan sedang berlangsung dan memungkinkan sebaiknya berhenti dulu, namun apabila terpaksa melanjutkan perjalanan tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, banjir di jalan raya, kabel listrik, maupun baliho yang rawan roboh,” tegasnya.

Kepala BPBD Sleman juga berharap, upaya mitigasi bersama dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *