YOGYAKARTA – KompassIndonesianews.com Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus melaksanakan penyerapan gabah dari petani secara intensif sebagai bagian dari penugaskan pemerintah dalam rangka penguatan cadangan pangan nasional.
Program penyerapan ini merupakan bagian dari target nasional pengadan 4 juta ton, dengan target khusus untuk Kanwil Yogyakarta pada tahun 2026 sebesar 195.920 ton setara beras.

” Memasuki bulan Ramadhan 1447 H, aktivitas penyerapan gabah tetap berjalan optimal melalui tim jemput pangan yang secara aktif turun ke lapangan untuk melakukan pembelian langsung dari petani di beberapa wilayah kerja. Upaya ini, menunjukkan komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga.
Berdasarkan data realisasi pet tanggal 22 Februari 2026, capaian pengadaan gabah dan beras di wilayah kerja Kanwil Yogyakarta telah mencapai 24.111 ton setara beras.
Jumlah tersebut melampaui terget pengadaan hingga akhir bulan Februari 2026 yang di tetapkan sebesar 14.876 ton setara beras. Dengan demikian, capaian serapan telah mencapai sekitar 162 persen dari target yang ditetapkan untuk periode tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh pimpinan BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, saat turun ke lapangan Senin 23 Februari 2026. Ia menyampaikan bahwa pihaknya bersama seluruh jajaran tetap berkomitmen menjalankan penugaskan pemerintah secara maksimal termasuk pada periode bulan puasa ini. Peryataan tersebut ia sampaikan saat meninjau lansung kegiatan penyerapan gabah petani di wilayah Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
” Lanjutnya, kami bersama jajaran terus melaksanakan penyerapan gabah petani secara optimal, termasuk pada bulan Ramadhan. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami, dalam menjalankan penugaskan pemerintah untuk mencapai target yang telah di tetapkan serta mendukung keberlanjutan program swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan capaian serapan yang melampaui target periode Februari 2026 tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, termasuk pemerintah, TNI, penyuluh pertanian, mitra penggilingan, serta kelompok tani di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Senergi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyerapan di lapangan,” tambahnya.
” Dedi menambahkan selain melakukan penyerapan, Perum BULOG Kanwil Yogyakarta juga terus memberikan kepastian harga kepada petani melalui pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp.6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. Harga tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi petani, agar tetap memperoleh keuntungan yang layak saat panen.
Melalui kesempan ini, Perum BULOG Kanwil Yogyakarta mengimbau kepada suluruh petani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) agar dapat menjual hasil penennya kepada BULOG dengan ketentuan gabah telah memasuki usia penen yang sesuai standar. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah.
Ke depan, Perum BULOG Kanwil Yogyakarta akan terus mengoptimalkan kegiatan penyerapan gabah dan beras guna memastikan target tahunan dapat tercapai serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan,” tutup Dedi.(Joni)














