https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Resmi Pemerintah RI Menghimbau Calon Jamaah Umroh Asal Indonesia Untuk Menunda Keberangkatan, Karna Keamanan di Kawasan Timur Tengah.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

JakartaKompassindonesianwes.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Pemerintah menghimbau calon jemaah umrah asal Indonesia untuk menunda keberangkatan sementara waktu sampai perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin memanas. Minggu, 1 Maret 2026.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah mengambil langkah kehati-hatian di tengah meningkatnya eskalasi situasi regional.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” Ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah

Pemerintah juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi maupun keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi yang berkembang.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan tetap mendapatkan fasilitas yang aman dan layak. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman,” jelasnya.

Masyarakat diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

pemerintah juga memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi hingga kini tidak terdampak situasi tersebut. Seluruh tahapan persiapan dan koordinasi tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan serta mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan jemaah,” pungkas Dahnil.

Dahnil menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi terkini sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

(Red/Dedi.ms)

Sumber Kemenhaj

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *