https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hadiri Peringatan Nuzul Quran 1447 H, Bupati Sleman Al Quran Merupakan Benteng Utama Dalam Menghadapi Tantangan Zaman

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman, menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran 1447 H, bertempat di Masjid Agung dr.Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Sleman pada Jumat 6 Maret 2026.

Kegiatan ini, dikemas dalam acara pengajian yang dihadiri Bupati Sleman beserta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Sleman.

” Bupati Kabupaten Sleman, H.Harda Kiswaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang di selenggarakan pada malam 17 Ramadhan sebagai bentuk pengingat momen bersejarah bagi Islam sekaligus menjadi momentum mengkaji dan mengimplementasikan ajaran – ajaran kitab suci Al Quran.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, serta menghadirkan KH.Imam Syafi’i, sebagai penceramah yang memberikan materi mengenai hakikat pengabdian manusia.

” Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya, menekankan bahwa Nuzul Quran bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi umat Islam untuk mengkaji dan mengimplementasikan ajaran suci dalam kehidupan sehari – hari.” Menurutnya, Al Quran merupakan benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman, dimana fenomena dunia saat ini yang penuh dengan ketidakpastian akibat pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika sosial ekonomi,” ucapnya.

Ia menjelaskan saat ini, kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan dan menguji. Dalam kondisi dunia yang tidak menentu ini, Al Quran harus tetap menjadi penuntun dan pedoman utama agar kita tetap berada di jalan yang lurus,” tambah Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Harda Kiswaya, mengajak jamaah untuk merefleksikan makna ketakwaan secara lebih luas. Menurutnya, ketakwaan tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi harus tercermin dalam perilaku sosial seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

” Saya mengajak seluruh jamaah untuk menggiatkan kegiatan sosial yang murah hati, dan meningkatkan kesejahteraan sesama. Manfaatkanlah bulan suci Ramadhan ini, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita,” tambah Harda Kiswaya.

Menutup sambutannya, ia memberikan pesan menyentuh mengenai pentingnya mengelola waktu dengan mengingat kematian.

Ajal tidak pernah tahu kapan datangnya, mari kita persiapkan dua tiket masuk surga yaitu menjaga iman dan memperbanyak amal kebaikan sesuai tuntunan Al-Quran sebelum datang waktu sakit dan sempit kita,” tutup Bupati Harda Kiswaya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *