https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Pergerakan Wisata Masa Libur Lebaran di Sleman, Sekitar 93 Sampai 98 Persen

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Memasuki libur panjang dan sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan adanya pergerakan wisatawan yang sementara ini didominasi oleh wisatawan lokal yang berasal dari pulau Jawa yang berkisar 945.493 pergerakan atau 93 sampai 98 persen.

Untuk pilihan masih didominasi dengan pilihan Candi Prambanan yang di kelola oleh PT.TWC 23 sampai 32 persen, Jeep Lava Tour 15 sampai 34 persen, dan Kaliurang 9,74 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, saat beri keterangan kepada puluhan awak media Selasa 10 Maret 2026.

Kus menyampaikan bahwa selama libur Lebaran 1447 H, target pergerakan wisatawan untuk belanja lengh of stay dan pergerakan uang wisatawan di libur Lebaran 2026 yang dimulai tanggal 14 sampai 29 Maret 2026 di prediksi ada 250.000-400.000 pergerakan wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman dan pergerakan belanja wisatawan selama libur Lebaran 2026 antara Rp.500.000 sampai 1.500.000,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan komponen belanja seperti akomodasi, makan dan minum, lengh of stay wisata dan belanja oleh – oleh dan souvenir yang merupakan komponen terbesar dari belanja wisata.

” Lanjutnya, untuk lengh of stay selama periode tahun 2026 diperkirakan pada kisaran 1sampai 2 hari dan akupansi hotel antara 45 – 60 persen,” tambanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata RI Nomor : SE/1/HK.01.03/MP/2026 tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan pada masa libur Lebaran 1447 H, maka Kabupaten Sleman melakukan beberapa hal seperti menerbitkan SE Kepala Dinas Pariwisata tentang penyelenggaraan wisata dengan beberapa poin.

” Beberapa hal yang kita lakukan seperti pelaksanaan Cleanliness, Healt, Safety dan Environment (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata, dan akomodasinya, waspada cuaca, dan perkembangan serta memantau informasi dari BMKG terkait dengan bencana alam.

Kus juga berharap agar wisatawan selalu mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Sleman bila terjadi pergerakan aktivitas gunung Merapi.

Melakukan kerjasama dan berkoordinasi layanan kedaruratan dan keamanan terdekat seperti rumah sakit, kepolisian dan lainnya.” Bagi pelaku wisata harus bisa menjamin keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di destinasi wisata, desa wisata, juga tidak menaikan harga pokok layanan melebihi batas kewajaran dan memasang harga layanan serta harus dapat dilihat oleh wisatawan,” tegasnya.

Selain itu, bagi wisatawan dan pelaku wisata juga harus mengelola sampah dan limbah yang timbul di destinasi wisata untuk menjamin kelestarian kebersihan dan keasrian lingkungan.

Kami juga melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap usaha jasa pariwisata, juga melakukan penempatan petugas tambahan untuk membantu dalam pungutan restribusi terutama di gerbang Kaliurang,” tambah Kus lagi.

Untuk menunjang liburan Lebaran 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman juga melaksanakan pentas seni berupa Jathilan dan Campur Sari di Telogo Putri, Gardu Pandang dan Bukit Klangon dari tanggal 22-29 Maret 2026,” tutupnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *