Kabupaten Sleman – KompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan persiapan pengamanan dan pengendalian arus lalu lintas menjelang mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Dishub Kabupaten Sleman juga memprioritaskan peningkatan keselamatan pengguna jalan melalui optimalisasi penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan.
” Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis termasuk pendirian Posko pengamanan di titik – titik pintu masuk wilayah Kabupaten Sleman.
” Posko ini akan membantu pemantauan arus lalu lintas sekaligus memberikan layanan informasi bagi masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran,” katanya saat beri keterangan kepada awak media di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Kamis 12 Maret 2026.
Heri menjelaskan, Dishub Sleman berencana mendirikan dua Posko pengamanan utama di wilayah perbatasan yang menjadi jalur masuk kendaraan ke Kabupaten Sleman, yakni di Kapanewon/Kecamatan Tempel dan Prambanan,” jelasnya.
Posko Tempel berada di sisi barat perbatasan Kabupaten Sleman dengan Jawa Tengah ini akan berkolaborasi dengan Posko terpadu milik Polresta Sleman. Sedangkan Posko Prambanan, berada di kawasan Tourism Informasi Center (TIC) di sisi utara jalan raya dekat terminal bus.
Kedua Posko tersebut dijadwalkan beroperasi mulai 14 hingga 29 Maret 2026, kami memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 14 dan 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik, diprediksi berlangsung pada 24 dan 29 Maret 2026,” terang Heri.
Lebih lanjut, ia menambahkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur utama, Dinas Perhubungan Sleman juga menyiapkan tujuh jalur alternatif yang dapat di gunakan pemudik.
Beberapa skema pengalihan arus di antaranya dari simpang Klangon yang berasal dari arah Purworejo diakihkan menuju Godean atau Seyegan.” Selain itu, kendaraan dari arah Klaten Jawa Tengah yang melintas di simpang tiga Candi Prambanan dapat dialihkan menuju Manisreggo atau Projotamansari.
Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Sleman juga mempercepat perbaikan dan pemasangan Alat Penerangan Jalan (APL) guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya saat malam hari. Untuk ruas jalan Kabupaten, ada kurang lebih sekitar 242 titik,” bebernya.
Lebih lanjut, Heri menerangkan sepanjang tahun 2025 pihaknya telah memperbaiki sekitar 800 titik lampu jalan di berbagai wilayah. Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026, perbaikan telah dilakukan sekitar 532 titik lampu jalan.
Dari Januari sampai Maret 2026 ini, sudah kurang lebih 532 titik yang kita laksanakan perbaikan PJU di seluruh Kabupaten Sleman,” katanya.
Untuk tahun anggaran 2026 ini, Dishub Sleman juga merencanakan pemasangan lampu jalan baru dalam jumlah besar. Untuk kawasan pemukiman warga, direncanakan pemasangan PJU sekitar 3.900 titik lampu jalan, sementara pada ruas jalan Kabupaten akan ditambah sekitar 242 titik APJ.
” Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, tim teknis Dishub Sleman juga disiagakan untuk merespons laporan masyarakat terkait kerusakan lampu jalan. Petugas melakukan penyisiran rutin setiap pagi dan sore hari, untuk memastikan seluruh lampu penerangan jalan berfungsi dengan baik.
Karena petugas kami setiap hari berkeliling, baik menindaklanjuti aduan masyarakat maupun mengecek langsung jalur – jalur yang lampunya mati dan belum dilaporkan.
Dishub Sleman juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Yogyakarta serta Dinas Perhubungan Provinsi DIY untuk memastikan penerangan di jalur nasional dan Provinsi tetap berfingsi optimal.
” Selain itu, Dishub Sleman akan melakukan ramp check atau uji kelaikan kendaraan terhadap bus pariwisata dan angkutan umum di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Sleman guna menekan potensi kecelakaan selama masa libur Lebaran tahun 2026 ini,” tutupnya.(Joni)














