Banjarnegara,-Kompassindonesianews.com Warga di jalur Masaran–Kutawuluh, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, akhirnya memilih cara unik sekaligus menyentil: menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.Sabtu, (04/04/2026)
Pemandangan tak biasa itu terlihat di beberapa titik jalan yang dipenuhi lubang besar, genangan air, dan permukaan aspal yang nyaris hilang. Alih-alih kendaraan melintas mulus, jalur tersebut kini lebih mirip kebun dadakan—dengan pohon pisang berdiri di tengah jalan sebagai penanda “bahaya” sekaligus bentuk kekecewaan warga.

“Kalau tidak ditanami, mungkin tidak dianggap rusak,” ujar salah satu warga setempat dengan nada getir.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Jalan Masaran–Kutawuluh merupakan akses penting bagi aktivitas warga, mulai dari pertanian hingga distribusi hasil bumi. Kondisi jalan yang rusak parah membuat perjalanan menjadi lambat, berisiko kecelakaan, bahkan merugikan secara ekonomi.
Menurut warga, keluhan sudah berkali-kali disampaikan, namun belum ada perbaikan signifikan. Akhirnya, pohon pisang dipilih sebagai simbol: bahwa jalan tersebut sudah “mati” dan tak lagi layak disebut infrastruktur.
Aksi tanam pisang ini pun menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Banyak yang berhenti sejenak, mengabadikan momen, hingga membagikannya ke media sosial. Tak sedikit yang berharap cara kreatif ini mampu membuka mata pihak terkait.
Di tengah keterbatasan, warga menunjukkan bahwa suara bisa disampaikan dengan cara yang sederhana namun kuat. Pohon pisang di tengah jalan kini bukan sekadar tanaman—melainkan pesan keras: perbaikan tidak bisa terus ditunda.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah agar jalan tersebut kembali layak dilalui dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal kembali.
Setiawan














