https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Meriah Dan Sarat Makna! Haji Sugandi Hadiri Panggung Seni Budaya Lebaran Betawi Di Kalideres

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kalideres, Jakarta Barat – Kompassindonesianews.com Gelaran seni budaya Lebaran Betawi di Jalan Raya Jimbaran, Komplek Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (12/04/2026), berlangsung semarak dan penuh warna. Acara ini menjadi panggung kebudayaan yang mempertemukan tradisi, kebersamaan, dan semangat pelestarian warisan Betawi.

Sorotan utama tertuju pada kehadiran Haji Sugandi, yang dikenal sebagai ketua dedengkot Betawi sekaligus pembina komunitas Peci Merah. Kehadirannya tidak hanya menambah khidmat acara, tetapi juga menjadi simbol kuat eksistensi budaya Betawi di tengah dinamika perkotaan.

Dalam sambutannya, Haji Sugandi menegaskan bahwa seni dan budaya adalah jati diri yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Betawi.

“Melalui acara seperti ini, kita tidak hanya merayakan Lebaran Betawi, tetapi juga menjaga ruh budaya agar tetap hidup dan berkembang,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Acara ini dimeriahkan dengan beragam pertunjukan seni khas Betawi, mulai dari alunan musik tanjidor yang menggema, pementasan lenong yang mengundang tawa, hingga tarian tradisional yang memukau para penonton. Tidak ketinggalan, deretan kuliner khas Betawi turut menggoda selera para pengunjung yang memadati area acara.

Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka tidak hanya datang untuk menyaksikan hiburan, tetapi juga merasakan nilai kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Panitia penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus memperkuat identitas budaya lokal serta menjadi ruang ekspresi bagi para seniman Betawi.

Perayaan seni budaya Lebaran Betawi di Kalideres ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi tetap hidup, tumbuh, dan dicintai oleh masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Mursalih

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *