https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

KB-TK Taman Bahagia, Gelar GerNasBaku Bertema Satu Cerita Sejuta Cinta

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia (HBS), KB-TK Taman Bahagia nenggelar kegiatan Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (GerNasBaku) dengan tema ” Satu Cerita Sejuta Cinta “. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di lingkungan sekolah yang beralamat di Dusun Jaban RT03 RW 25, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon/Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis 23 April 2026.

GerNasBaku ini, merupakan program rutin dilaksanakan yang melibatkan peran aktif orang tua dalam menumbuhkembangkan minat baca anak sejak usia dini. Dalam acara ini, para orang tua tidak hanya membacakan buku cerita tetapi juga menampilkan kreativitas yang telah di persiapkan bersama timnya.

Suasana sekolah di sulap menjadi ruang literasi terbuka yang asri dan menyenangkan.

Berbagai pojok baca hadir di setiap sudut – sudut halaman, sementara buku – buku di gantung di pepohonan rindang menciptakan suasana belajar yang alami dan menarik bagi anak – anak,” kata Ketua Lembaga Taman Bahagia, Dra.Ninik Suparwanti, S.Ak, juga didampingi oleh Kepaka TK Bunda, Fifit Fitriani, S.Pd, serta Kepala KB Bunda Ferayani Hartati, A.Md.

” Dalam pelaksanaannya, Bunda Fifit juga menggagas pembuatan buku cerita kolaboratif yang melibatkan guru dan Kepala sekolah sebagai penulis serta siswa sebagai ilustrator. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkembangkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan literasi anak sejak dini,” jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan GerNasBaku tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Bapak Wawan Widiantoro, S.I.P.,MPA, yang hadir di hari terakhir masa jabatannya sebagai Panewu/Camat Ngaglik. Kedatangan beliau disambut meriah oleh anak – anak melalui lagu ” Selamat Datang Pak Panewu Kami Senang Bertemu ” sambil menampilkan permainan angklung yang dilakukan oleh siswa TK B.

Lebih lanjut, ia menjelaskan rangkaian kegiatan ini diawali dengan penyambutan Panewu/Camat, lalu dilanjutkan penampilan angklung serta kegiatan membacakan cerita oleh salah satu wali murid, Bapak Adit, dengan judul ” Akal Monyet “. Anak – anak tampak antusias mengikuti jalannya cerita, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas melukis kipas bergambar hewan yang dilakukan secara serempak oleh sekitar 96 siswa KB dan TK,” bebernya.

Sebagai bentuk apresiasi kami, Panewu/Camat Ngaglik disambut dengan buket buku hasil karya kolaborasi siswa dan guru.

Selain itu, anak – anak juga membawa bendera kecil bergambar Panewu sebagai simbol kegembiraan mereka sekaligus sedih, karena di tinggal pindah tugas sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Ia mengakui selama ini, Panewu sangat dekat dengan anak – anak KB/TK, karena beliau sering memberi semangat dan memberi buku termasuk ke Taman Bahagia.

Dengan meriahnya kegiatan ini dipandu oleh penanggung jawab Bunda Ratna, Bunda Tifa dan Bunda Fifit sebagai mentor.

Selain itu, acara ini juga mendapat dukungan dari Bapak Arief Ariawan, S.H, dan Bunda Ully selaku Ketua Komite seluruh Ketua Paguyuban, guru KB dan TK serta manajemen KB-TK Taman Bahagia.

Melalui kegiatan ini, KB-TK Taman Bahagia berharap dapat menumbuhkan budaya literasi sejak dini, serta mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan anak dalam suasana yang penuh cinta dan kebersamaan,” tutupnya.

” Sementara itu, Penewu/Camat Ngaglik, Wawan Widiantoro, mengapresiasi adanya kegiatan peringatan gerakan nasional orang tua membaca buku ini sangat relevan dan inspiratif mengingat saat ini kecenderungan anak – anak mulai jauh dari buku tergantikan oleh HP dan lain – lainnya. Inspiratif karena tidak banyak KB/TK bahkan tingkat SD, SMP, yang menyelenggarakan acara memuliakan buku sebagai sumber ilmu, sehingga KB/TK Taman Bahagia ini sangat luar biasa.” Dampak membiasakan orang tua membacakan buku kepada anak – anak juga sangat positif dalam membangun komunikasi dan kehangatan keluarga.

Terlepas dari kegiatan tersebut, saya merasa terharu karena mendapat sambutan yang luar biasa meriah. Ditambah lagi anak – anak membawa poster gambar saya, memberi buket buku hasil karya anak – anak sendiri bahkan menciptakan lagu khusus untuk saya. Mereka tau, saya akan pindah tugas sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan tidak lagi dekat dengan mereka,” ungkap Wawan.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *