https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kunjungi Kawasan Mrican, Menteri AHY Berjanji Melanjutkan Revitalisasi Kawasan Serupa di Mrican

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yodhoyono (AHY), meninjau langsung hasil penataan kawasan permukiman di Dusun Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon/Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat 24 April 2026. Kawasan yang sebelumnya dikenal kumuh kini berubah menjadi lingkungan hunian yang tertata rapi, sehat, dan ramah bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri AHY yang juga didampingi Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Ni Made Dwipati Indrayanti, Kepala Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, Sukarmin, Panewu/Camat Depok, Rahmat Harinawan, dan sejumlah pejabat lainnya. AHY menyampaikan apresiasi atas transformasi kawasan seluas lebih kurang 5 hektare, yang dulunya di penuhi permukiman padat penduduk dan tumpukan sampah di bantaran sungai.

Katanya, dulu kondisi di sini kumuh rumah – rumah berdempetan dengan sungai sekarang sudah jauh lebih tertata, bersih, dan sungainyapun bisa mengalir dengan baik tanpa bau,” tuturnya.

” Lanjutnya, penataan kawasan ini mengusung konsep 3M yakni ” Mundur, Madhep, dan Munggah”. Rumah – rumah warga yang sebelumnya membelakangi sungai kini di tata ulang agar menghadap ke aliran sungai, sekaligus di tinggikan untuk mengurangi risiko banjir. Selain meningkatkan estetika, konsep ini juga memperbaiki sirkulasi udara dan kualitas lingkungan,” bebernya.

” Lebih lanjut, AHY menilai perubahan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga terutama dalam menyediakan ruang yang lebih sehat dan layak bagi tumbuh kembangnya anak – anak.

Sekarang masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman di sekitar sungai, ini bukan hanya soal fisik tapi juga kualitas hidup,” tamba AHY.

Selain penataan permukiman, Menteri AHY juga meninjau fasilitas pengolahan sampah di TPST Condongcatur. Fasilitas pengolahan sampah ini, mampu mengolah sekitar 8 hingga 10 ton sampah setiap hari menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Menurutnya, sistem pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kawasan yang telah di tata.

Ketua Umum Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, pemerintah masih memiliki rencana untuk melanjutkan revitalisasi kawasan serupa di Mrican. Ungkapnya, terdapat sekitar 15 sampai 16 hektare lahan yang berpotensi di kembangkan pada tahap berikutnya.

Kita harapkan tahap kedua dan ketiga, bisa dilanjutkan.” Ini bisa menjadi model penataan kawasan kumuh yang berhasil, tidak hanya di Kabupaten Sleman tetapi juga di kota – kota padat lainnya di Indonesia.

Ia menyebut revitalisasi kawasan Mrican menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih layak huni sekaligus berkelanjutan. Program ini, di harapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa,” tutup AHY.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *