https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Teror Malam di Muntangsari: Dari Lemparan Batu hingga Dugaan Upaya Pembakaran

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BanjarnegaraKompassindonesianews.com Keheningan malam di Dusun Muntangsari, Desa Purwanegara, mendadak berubah menjadi kecemasan. Warga RT 03/RW 05 dikejutkan oleh dugaan upaya pembakaran rumah salah satu warga oleh orang tak dikenal, yang terjadi pada Kamis malam menuju Jumat (30/4/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Sebelumnya, rumah yang sama dilaporkan telah beberapa kali menjadi sasaran aksi pelemparan batu misterius. Rentetan kejadian tersebut kini memunculkan dugaan adanya teror yang disengaja dan terarah.

Menurut keterangan warga sekitar, malam itu situasi sempat mencekam ketika ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada percobaan pembakaran. Beruntung, api belum sempat membesar dan tidak menimbulkan kerusakan berarti. Meski demikian, bayang-bayang ancaman terasa nyata.

Warga yang sigap segera melakukan pengecekan dan memperketat keamanan lingkungan. Laporan pun langsung disampaikan kepada pihak berwenang, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Purwonegoro. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi yang meresahkan tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, rasa aman masyarakat setempat jelas terusik. Aparat mengimbau warga untuk tetap waspada, meningkatkan ronda malam, serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius pihak berwenang. Pengumpulan bukti dan keterangan saksi terus dilakukan untuk merangkai kronologi secara utuh—sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali menghantui warga Muntangsari.

Di balik gelapnya malam, harapan warga kini hanya satu: terungkapnya pelaku dan kembalinya rasa aman di lingkungan mereka.

Setiawan

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *