https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jangan Kejar Uangnya, Kejar Nilai Dirimu,Pesan Ketua yang Tidak Akan Saya Lupakan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

NASKAH OPINI

Jakarta Barat, 17 Mei 2026  Ada satu kalimat yang sampai hari ini masih terus terngiang di kepala saya. Kalimat sederhana, tapi tamparannya keras sekali untuk anak muda yang terlalu sibuk mengejar hasil tanpa mau membangun kemampuan.

*”Ingat pesan ketua, kuasai dulu skill-nya, jangan uangnya. Kalau kamu sudah kuasai skill-nya, dibuang ke mana pun kamu tetap hidup.”*

Awalnya saya menganggap itu hanya nasihat biasa. Tapi semakin dewasa, saya mulai sadar bahwa dunia memang sekeras itu. Hari ini seseorang bisa punya jabatan, fasilitas, bahkan penghasilan besar. Tapi tanpa kemampuan, semuanya bisa hilang hanya dalam satu keadaan.

Dunia tidak lagi mencari siapa yang paling banyak bicara. Dunia mencari siapa yang paling bisa bekerja, berpikir, dan menyelesaikan masalah.

Banyak orang ingin cepat kaya, cepat terkenal, cepat berhasil. Namun ironisnya, sedikit yang mau sabar belajar. Sedikit yang tahan proses. Padahal uang hanyalah akibat, sedangkan skill adalah sebab.

Orang yang hanya mengejar uang biasanya mudah tumbang ketika keadaan berubah. Tapi orang yang menguasai kemampuan akan selalu punya cara untuk bangkit. Karena skill tidak bergantung pada tempat. Tidak bergantung pada jabatan. Tidak bergantung pada belas kasihan orang lain.

Kalau seseorang benar-benar punya kemampuan, di mana pun dia berada, dia tetap bisa hidup.

Itulah kenapa orang hebat tidak terlalu takut kehilangan pekerjaan. Mereka percaya pada kapasitas dirinya sendiri. Sebab yang membuat seseorang bernilai bukan kursinya, bukan seragamnya, bukan jabatannya, melainkan apa yang ada di dalam dirinya.

Hari ini mungkin kita masih belajar. Masih dianggap kecil. Masih diremehkan. Tapi selama kita terus mengasah kemampuan, waktu akan membuktikan kualitas kita.

Karena pada akhirnya, dunia akan selalu memberi tempat bagi orang yang punya nilai.

Uang bisa habis.
Relasi bisa pergi.
Kesempatan bisa tertutup.

Tapi skill yang terus diasah akan menjadi senjata bertahan hidup sampai kapan pun.

Dan mungkin benar, nasihat terbaik bukan tentang bagaimana cepat menghasilkan uang, melainkan bagaimana menjadi manusia yang tetap bisa berdiri meski kehilangan segalanya.

Mursalih

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *