https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Masyarakat Harus Membangun Imunitas Mental, Agar Tidak Mudah Terprovokasi Oleh Konten Radikalisme

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Penguasaan diri dalam memilah dan menyaring informasi di dunia maya kini menjadi wujud konkret, dari bela negara modern bagi warga sipil guna menangkal ancaman digital.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Hendri Setiawan, dalam acara latihan dasar bela negara yang digelar di Aula Kalurahan Sendangagung, Kapanewon/Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Senin 18 Mei 2026.

Hendri, menjelaskan masyarakat harus membangun imunitas mental agar tidak mudah terprovokasi oleh konten radikalisme, ujar kebencian, maupun polarisasi politik di media sosial,” jelasnya.

” Ia menyebut, di era digital kemampuan menyaring informasi yang masuk ke gawai menjadi dasar penting bagi warga untuk bertindak bijak dan menempatkan keutuhan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Lanjutnya, di era digital seperti saat ini kita harus bisa semaksimalkan mungkin menyaring berbagai informasi yang masuk ke gawai kita.

Dengan dilaksanakannya latihan dasar bela negara ini, bisa menjadi dasar kita untuk bersikap dan bertindak secara bijak, bertanggung jawab, serta selalu menempatkan kepentingan keutuhan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan,” tambahnya.

” Senada dengan hal tersebut, Lurah Sendangagung, Raden Heru Prasetya Wibawa, mengingatkan bahwa platform digital telah menjadi medan pertempuran baru yang rentan memecah belah kerukunan. Lurah menghimbau para peserta latihan dasar bela negara, untuk menjadi motor penggerak literasi digital di lingkungan masing – masing demi menolak propaganda negatif, termasuk menjauhkan diri dari dampak buruk judi online yang sedang marak merusak ekonomi keluarga.

” Masyarakat diminta memanfaatkan teknologi untuk hal – hal produktif, serta selalu menyaring informasi sebelum membagikannya.

Guna memberi pemahaman yang komprehensif, para peserta di bekali materi strategis dari berbagai disiplin ilmu pada hari pertama,” tutup Lurah.

” Yudha Prasetia Bhakti, dari Bagian Hukum Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, memaparkan jaminan Hak Asasi Manusia (HAM) berdasarkan Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 untuk melahirkan warga yang taat hukum.

Sementara itu, Hari Kusuma Satria Negara, dari UPN Veteran Yogyakarta memberikan metodologi bela negara non militer seperti pengamalan Pancasila dan toleransi.

” Sedangkan Danramil Minggir, Kapten Inf Suparyono, yang turut hadir memaparkan tentang Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara demi menumbuhkan rasa tanggung jawab menjaga kedaulatan NKRI.

Rangakaian pembekalan latihan dasar bela negara ini digelar oleh pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman.

Acara yang mengusung tema ” Peneguhan Bela Negara di Era Digital ” ini, diikuti oleh 75 peserta dari perwakilan setiap Kalurahan di Kapanewon/Kecamatan Minggir.

” Program strategis ini terselenggara atas kerja sama sinergi dengan Pemkab Sleman dengan DPRD Kabupaten Sleman, melalui fasilitas pokok – pokok pikiran dari anggota dewan, Untung Basuki Rahmat, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari Senin 18 sampai 20 Mei 2026.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *