https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pemkab Sleman, Melarang Masyarakat Membuang Limbah Pemotongan Hewan Kurban ke Sungai

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pengawasan hewan kurban guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan layak. Langkah itu dibarengi upaya pengendalian penyakit ternak serta pengelolaan limbah penyembelihan agar pelaksanaan kurban tetap ramah lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan oleh tiga OPD yang hadir saat jumpa awak media bertajuk ” Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat ” yang diselenggarakan di Aula Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Kamis 21 Mei 2026.

Turut hadir dalam jumpa awak media tersebut yakni, Plt.Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, Plt.Kepala Dinas Lingkaran Hidup, Sugeng Riyanta, serta Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus.

” Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Rofiq Andriyanto menegaskan pengawasan kesehatan hewan kurban telah dilakukan jauh sebelum Idul Adha melalui pemeriksaan rutin di pasar hewan maupun lapak penjual ternak,” jelasnya.

Lanjutnya, pemerintah daerah masih memberi perhatian serius terhadap ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) meski situasinya mulai terkendali.

Lebih lanjut, ia menambahkan PMK di Kabupaten Sleman belum sepenuhnya selesai. Karena itu, vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan terus kami lakukan,” tambahnya.

” Sejak awal tahun 2026, Pemkab Sleman juga menerapkan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh hewan yang masuk ke pasar ternak. Hewan yang terindikasi sakit, langsung diminta keluar atau diputar balik demi mencegah penyebaran penyakit.

Selain PMK, kewaspadaan terhadap potensi antraks turut diperketat, terutama di wilayah perbatasan. Selain itu, kami juga telah melakukan vaksinasi ratusan sapi dan kambing di kawasan rawan.

Untuk mendukung pengawasan selama Idul Adha, Dinas Pertanian menyiapkan 331 personel yang terdiri atas dokter hewan, paramedis, penyuluh, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan, mereka akan melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan di lokasi kurban.

Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi penyembelihan hewan kurban,” tutup Rofiq.

” Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, mengajak panitia kurban mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging. Pemkan Sleman mendorong masyarakat beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, atau wadah lainnya.

” Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran.

Kami dari DLH Kabupaten Sleman juga meminta panitia menyediakan lubang khusus untuk pembuangan limbah pemotongan, termasuk darah dan jeroan, agar tidak membuang ke sungai maupun saluran air.

Menurutnya, limbah kurban yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

Limbah organik seperti jeroan dan darah, sangat berpotensi mencemarin lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik,” katanya.

” Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi selama hewan dalam kondisi sehat dan proses pengolahan dilakukan secara benar.

Hat tersebut disampaikan oleh Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus. Ia menerangkan hewan sehat umumnya terlihat aktif, tidak kurus, tidak cacat, memiliki nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa atau mata merah.

Kami mengingatkan petugas penyembelihan hewan kurban, menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan memakai masker apabila sedang sakit.

Daging tetap aman dikonsumsi apabila dimasak hingga matang sempurna.

Menurut Lina, bakteri maupun parasit seperti cacing hati dapat mati pada suhu tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta memastikan daging dimasak benar – benar matang sebelum dikonsumsi.

Sebagai langkah akhir, Pemkab Sleman tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) Bupati Kabupaten Sleman yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kurban sehat dan ramah lingkungan pada Idul Adha 2026.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *