https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Post Views: 65
Jambi//Tebo ~ KompassIndonesiaNews.Com Ratusan warga Desa Punti Kalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, berbondong-bondong mengejar para pelaku aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) jenis dompeng yang beroperasi di wilayah desa mereka pada Senin pagi, 22/06/2026.
Aksi tersebut dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan melanggar aturan adat yang telah berlaku secara turun-temurun.
Salah seorang warga Desa Punti Kalo, Muslim, mengatakan para pekerja dompeng mulai beraktivitas sejak pukul 07.00 WIB.
Menurutnya, lokasi penambangan berada di kawasan perbatasan Desa Punti Kalo dan Desa Teluk Langkap yang selama ini dilarang untuk aktivitas pertambangan.
“Dari nenek moyang kami, kawasan itu tidak boleh ditambang. Siapa pun tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dompeng di sana,” ujar Muslim.
Sebelum insiden pembakaran terjadi, warga mengaku telah memberikan peringatan kepada para pekerja PETI agar menghentikan aktivitas mereka. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga memicu kemarahan masyarakat.
Warga kemudian mendatangi lokasi dan mengejar sejumlah rakit dompeng yang berada di aliran sungai.
Beberapa pekerja berhasil diamankan warga, sementara sejumlah rakit dompeng dibakar sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas PETI di wilayah Desa Punti Kalo.
Sementara itu, Kanit Tipidter Polres Tebo, IPDA Wiliam Simbolon, S.I.K., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa keributan dipicu oleh adanya satu rakit dompeng yang beroperasi di wilayah perbatasan Desa Punti Kalo dan Desa Teluk Langkap.
“Kehadiran alat tersebut memicu kemarahan masyarakat hingga berujung pada aksi pembakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, personel Polres Tebo bersama anggota Polsek Sumay langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Dalam penanganan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan mesin dompeng sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut.
“Saat ini kondisi di Desa Punti Kalo sudah kembali kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tutup Kanit Tipidter.
Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Tebo yang tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat
Masyarakat kecamatan Sumay meminta Kapolres Tebo jangan tidur dan serius dalam melakukan penegakan hukum, segera amankan para koordinator peti yang diduga mengkoordinir seluruh kegiatan ilegal tersebut.
(Nata)
Berita Terkait
Polda DIY Gelar Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Warga Dapat Layanan Medis Gratis dan Bantuan Sosial YOGYAKARTA – KompassIndonesianews.com, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda DIY melalui Bidang Kedokteran menggelar kegiatan Puncak Bakti Kesehatan di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan bakti kesehatan tersebut menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta berbagai bentuk dukungan yang langsung dirasakan warga. Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. bersama Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. dan jajaran Pejabat Utama Polda DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda DIY menyapa langsung masyarakat peserta bakti kesehatan serta memastikan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 158 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dengan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, laboratorium sederhana, pemeriksaan kesehatan gigi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, hingga pemeriksaan kepadatan tulang. Selain pelayanan kesehatan, Polda DIY juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan kursi roda, bantuan sosial, serta pembagian kaca mata gratis bagi warga yang membutuhkan. Tidak hanya menyasar kesehatan masyarakat secara umum, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada kelompok pekerja dengan pemberian Kartu Bhayangkara Prioritas bagi buruh sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat pekerja. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda DIY ingin menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban warga,” ujar Kombes Pol Ihsan, S.I.K. Selain di lokasi kegiatan, peserta juga mengikuti rangkaian Puncak Bakti Kesehatan yang terhubung secara daring melalui zoom dari lapangan Lemdiklat Polri. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan mitra terkait, di antaranya Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta organisasi masyarakat dan pekerja. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda DIY berharap semangat pengabdian Polri dapat terus diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, kepedulian sosial, dan sinergi bersama masyarakat.(Joni)
