https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hadiri Pecanangan Sensus Ekonomi, Bupati Sleman Ajak Masyarakat Berikan Data yang Benar, Lengkap dan Jujur

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Bupati Kabupaten Sleman, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Sleman bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Jumat 26 Juni 2026. Turut hadir dalam acara tersebut yakni Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, Plt Kepala BPS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Endang Tri Wahyuningsih, Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, dan sejumlah pejabat lainnya.

” Dalam kata sambutannya, Bupati Harda Kiswaya, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional 10 tahunan yang sangat krusial. Data hasil sensus ini, akan menjadi kompas utama pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif,” ungkapnya.

Mari seluruh masyarakat Kabupaten Sleman untuk menyambut petugas sensus dengan terbuka, silahkan berikan data yang benar, lengkap, dan jujur saat dilakukan pendataan,” tambahnya.

” Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan total 1.048 personel untuk menyukseskan pendataan makro ini. Petugas lapangan terdiri dari 922 orang, petugas pendataan lapangan 126 orang dan petugas pengawas lapangan,” bebernya.

” Seluruh petugaa tersebut akan bergerak melakukan pendataan door-to-door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Tujuan pendataan ini guna memotret menyeluruh potensi usaha mikro, kecil, menengah, hingga skala besar yang ada di Kabupaten Sleman,” terangnya.

Lanjutnya, melalui pencanangan ini, BPS Kabupaten Sleman berharap masyarakat dan para pelaku usaha dapat menerima kedatangan petugas dengan terbuka dan memberikan data yang jujur demi basis kebijakan ekonomi masa depan yang tepat sasaran,” tutupnya.

” Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala BPS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Endang Tri Wahyuningsih, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa data hasil sensus ini nantinya akan digunakan sebagai benchmark penghitungan pertumbuhan ekonomi serta instrunen penting dalam mengukur perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif selama 10 tahun terakhir. Termasuk kebijakan strategis seperti program pelatihan, kursus, hingga penyaluran pembiayaan perbankan sangat bergantung pada validitas data hasil sensus ini,” katanya.

Terlebih Kabupaten Sleman memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, bahkan jumlah usaha di wilayah Kabupaten Sleman tercatat sebagai yang tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *