https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

PMI Sleman Gelar Sunatan Massal Gratis, Anak Bebas Pilih Harinya

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Pada musim libur sekolah ini Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar program sunatan massal gratis bagi anak – anak yang kurang mampu. Sunatan massal gratis ini, pesertanya sangat terbatas hanya 25 orang anak dan sampai berita ini ditulis baru 23 orang anak sudah mendaftar artinya masih kurang 2 orang anak.

Program sunatan massal ini bertajuk sunatan ” Ceria Bersama Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman “, tersebut pelaksanaannya tidak seperti sunatan massal pada umumnya.

” Jika sunatan massal pada umumnya dilakukan dalam waktu sehari, tapi sunatan massal yang dilaksanakan PMI Kabupaten Sleman ini bertahap yakni sehari hanya tiga orang anak dan waktunya sesuai kesepakatan antara pemohon dengan pihak PMI Kabupaten Sleman. Sehingga, waktunya fleksibel antara tanggal 29 Juni sampai 6 Juli 2026 mendatang.

Tahap pertama kita lakukan pada hari ini, Senin 29 Juni 2026 di Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman ditangani oleh dua orang dokter dari PMI Kabupaten Sleman.

” Menurut dr.Raden Hari Ahmad Muhsin, sunatan massal di PMI Kabupaten Sleman ini mengunakan metode Winkleman dan sunat khusus atau sunat gemuk atau sunat modern,” tuturnya, Senin 29 Juni 2026.

Lanjutnya, kelebihan sunat dengan metode ini prosesnya lebih cepat dan hasil sunatnya lebih presisi. Selain itu, perawatan lukanya juga lebih mudah sehingga tidak menimbulkan trauma pasca sunat,” bebernya.

” Lebih lanjut, ia menambahkan sunat dengan metode Winkleman dan sunat khusus atau sunat gemuk ini tidak menimbulkan rasa sakit bagi yang di sunat dan tidak ada trauma pasca sunat,” tambahnya.

” Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, menjelaskan program sunat massal gratis yang diselenggarakan PMI Kabupaten Sleman ini terbuka untuk umum. Namun, tetapi lebih mengutamakan bagi anak dari keluarga tidak mampu. Selain untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, sunat massal ini juga bertujuan untuk meningkatkan layanan Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan program sunatan massal yang dilakukan Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman menjadi salah satu layanan sosial PMI Kabupaten Sleman yang rutin kami gelar saat masa libur sekolah. Tujuannya, selain membantu masyarakat kurang mampu dalam memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya, kegiatan ini juga memberikan akses sunat yang aman, nyaman, bagi anak – anak.

Mafilindati, menambahkan program sunat massal ini diperuntukkan untuk masyarakat umum, tidak terbatas apakah berasal dari keluarga miskin atau tidak. Tapi, kami lebih mengutamakan bagi anak dari keluarga tidak mampu,” ujarnya lagi.

Selain memiliki nilai budaya dan keagamaan yang kuat di tengah masyarakat, sunat juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Karena tindakan sunat dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada bayi dan anak – anak.

Dalam sunat massal yang dilakukan PMI Kabupaten Sleman selain gratis, seluruh anak yang sunat kita berikan piagam penghargaan dan bingkisan berisi aneka barang. Ya, seperti dalam sunat massal tahap pertama hari ini, Senin pagi ini ada tiga anak yang sudah sunat dan mereka pulang kami beri bingkisan bahkan pulang kerumah juga kami antar,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *