https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Undip Gelar Konferensi Internasional Kesehatan MASYARAKAT, Perkuat Sistem Kesehatan Tangguh Di Tengah Dunia Yang Bergejolak

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Semarang, kompasindonesianews.com – Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menyelenggarakan _The 2nd International Conference of Epidemiology and Public Health_ (ICoEPH) 2026 secara daring penuh melalui platform Zoom dan siaran langsung YouTube. Konferensi ini mengusung tema _“Resilient Health Systems in a Turbulent World: Public Health for Equity, Preparedness, and Sustainable Development”

Ketua Panitia Penyelenggara, Efa Nugroho, S.KM., M.Kes., melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh 137 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, serta perwakilan organisasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 87 artikel ilmiah diterima untuk dipresentasikan dalam sesi paralel, meliputi topik epidemiologi, kebijakan kesehatan, gizi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta bidang lain yang relevan. Hasil karya terpilih akan diterbitkan dalam prosiding internasional ber-ISBN, jurnal terindeks Scopus, dan jurnal nasional terakreditasi SINTA.

Wakil Rektor IV UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi jawaban atas tantangan kesehatan global yang semakin kompleks. “Kita menghadapi dampak pasca pandemi, krisis iklim, pergeseran demografi, hingga ketidakstabilan yang mengganggu rantai pasokan medis. Semua ini mengekspos kerentanan sistem kesehatan dan kesenjangan akses layanan,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen UNDIP sebagai perguruan tinggi riset unggulan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang kesehatan.

Acara menghadirkan narasumber terkemuka, antara lain dr. Widiana Kusumasari Agustin, MKM dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI sebagai pembicara utama, pembicara dari lembaga internasional seperti UNFPA, IPPF, serta pembicara dari perguruan tinggi seperti Queensland University of Technology Australia, Rajamangala University of Technology Thanyaburi Thailand, dan UNDIP . Materi yang dibahas meliputi peta jalan ketahanan sistem kesehatan, penggunaan bukti ilmiah untuk pengambilan keputusan, dampak perubahan iklim, komunikasi risiko, layanan bagi kelompok rentan, hingga peran perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan kesehatan.

Konferensi ini bertujuan merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh, adil, dan siap menghadapi krisis kesehatan. Selain itu, acara ini menjadi wadah memperluas jejaring kerja sama lintas negara dan lintas sektor guna mempercepat perbaikan layanan kesehatan di masa mendatang.

Penyelenggaraan secara daring dipilih agar dapat menjangkau lebih banyak peserta sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan dengan mengurangi jejak karbon. Dalam sesi penutupan, panitia mengumumkan _Best Paper_ dan _Best Presenter_, serta membacakan rekomendasi hasil diskusi yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan di tingkat nasional maupun internasional.

Rudolf

Narasumber : Arief Suyono

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *