Kabupaten Sleman – KompassIndonesianews.com Upaya penguatan ekonomi khususnya perempuan di Kabupaten Sleman terus berjalan, hingga tahun 2026, Dinas Sosial Kabupaten Sleman mencatat telah terbentuk 57 kelompok Perempuan Rawan Sosial Ekonomi atau PRSE yang tersebar di berbagai Kapanewon/Kecamatan yang di Sleman.
” Kelompok PRSE ini dibentuk sebagai wadah pemberdayaan bagi perempuan yang secara ekonomi masih rentan, kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, saat dihubungi melalui WhatsApp nya Jumat 10 Juli 2026.
Kadis Sosial mengatakan tujuannya agar mereka memiliki usaha bersama, keterampilan, dan akses permodalan untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.
Wawan menerangkan salah satu bentuk dukungan nyata adalah pemberian bantuan modal usaha. Setiap kelompok yang baru terbentuk dan lolos verifikasi berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp.2.000.000 juta per orang untuk 20 orang anggota, selain itu bantuan pengembangan juga diberikan kepada kelompok PRSE yang aktif sebesar Rp.6.000.000 juta per kelompok,” bebernya.
” Jadi, satu kelompok PRSE menerima total Rp.40.000.000, juta untuk modal awal usaha, dan Rp.6.000.000 juta per kelompok untuk bantuan pengembangan, tetapi bantuan tersebut tidak diberikan secara terus menerus,” tegasnya. Kita berharap bantun ini diharapkan bisa diputar untuk kegiatan ekonomi produktif seperti kuliner, kerajinan, pertanian, hingga jasa,” tambah Wawan.
” Lebih lanjut, ia juga menambahkan dengan adanya 57 kelompok PRSE ini, kami memperkirakan sedikitnya ada 1.140 perempuan di Kabupaten Sleman langsung merasakan manfaat program PRSE ini.
” Kadis Sosial menambahkan setiap kelompok jenis usaha yang dikembangkan itu beragam, menyesuaikan potensi wilayah masing – masing. Ada kelompok yang fokus pada olahan pangan, kerajinan, warung kelontong, jasa, dan sebagainya.
Berjalannya program ini dengan baik dan lancar, Pemkab Sleman juga menggandeng pendamping dari tingkat Kapanewon/Kecamatan dan Kalurahan, untuk memastikan bantuan tersebut digunakan tepat sasaran dan kelompok bisa berjalan mandiri setelah menerima modal.
Selain modal, anggota PRSE Sleman juga mendapat pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan sederhana. Harapannya kelompok tidak hanya bertahan, tapi bisa berkembang dan membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitar.
Program PRSE ini akan terus dievaluasi tiap tahun, Dinas Sosial Kabupaten Sleman menargetkan jumlah kelompok terus bertambah seiring dengan pendataan baru dan usulan dari masyarakat,” tutup Wawan.
” Sementara itu, Winanti dan Fitri, anggota PRSE menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sleman khususnya Dinas Sosial atas bantuan yang diberikan kepada kami kelompok wanita tangguh, berkat bantuan ini kami gunakan untuk meningkatkan penghasilan keluarga,” ungkapnya berdua.
(Joni)














