Kabupaten Tangerang – Kompassindonesianews.com – Pilu ibu Omelih (49), seorang Janda Sebatang Kara hidup di rumah dengan tidak layak huni, Warga Kampung Gandaria RT.04/RW.07, Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, harus bertahan hidup seorang diri dan anaknya yang masih kecil di rumah reyot tak layak huni, Senin (13 Juli 2026).
Pantauan awak media saat berkunjung ke rumah ibu Omelih, atap rumah yang berada di dalam berlubang Beberapa bagian atapnya yang rapuh bahkan sudah ambrol yang di ikat dengan tambang, dindingnya pun rapuh dan rawan roboh sewaktu-waktu.

”Kalau hujan itu pada bocor dan takut ambruk bagian atapnya ,” uja Omelih.
Rumah tak layak huni itu sudah ditempati ibu omelih selama hidupnya. Rasa cemas juga selalu menghantui ketika angin kencang dan hujan datang karena atap sudah rapuh dan sudah pada patah.
”di usia yang tak lagi muda, ibu Omelih menjalani hidup seorang diri dan anaknya yang masih kecil, Ketiga anaknya telah berkeluarga dan tinggal bersama suami masing-masing.
Sementara dirinya juga sudah lama berpisah dengan sang suami yang di tinggalkan karena meninggal selama 4 (empat) tahun.
Ibu Omelih mengatakan Dengan haru,” dari semenjak suami sudah meninggal sampai sekarang ini kerja kuli sortir emberan limbah yang tidak menentu penghasilan, pengerjaan dalam satu minggu sekitar Rp100.000 ribu hingga 150.0000 ribu.
”Saya Hidup sendiri tidak punya suami, terus untuk keseharian nya pekerjaan sendiri itu pekerjaan seperti ini, serta menerima pekerjaan apa pun yang ditawarkan warga,” ucap ibu Omelih.
Harapan saya memohon kepada Pihak Pemerintah Daerah atau Pemerintah setempat mohon agar dibangun oleh pihak pemerintah, Terutamanya saya minta permohonan kepada bapak Bupati agar bisa mbantu,” harapannya.
(Dms/Ant)














