https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, RSA UGM Selenggarakan Simulasi Penanganan Gempa Bumi dan Kebakaran Berskala Besar

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), sukses selenggarakan simulasi kesiapsiagaan bencana berskala besar bertempat di RSA UGM, Minggu 19 Juli 2026.

Kegiatan simulasi ini diinisiasi oleh jajaran Direksi RSA UGM dan dikoordinasikan oleh Tim Hospital Disaster Plan, serta seluruh sivitas hospitalia RSA UGM ini dibuka oleh dr. Novi Zain, MPH.,FISQua, yang juga selaku Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSA UGM. Dalam kata sanbutannya, dr. Novi Zain, menyampaikan bahwa simulasi kesiapsiagaan bencana ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RSA UGM dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” jelasnya.

” Ia menyebut melalui kegiatan ini, rumah sakit menguji kesiapan sistem sumber daya serta koordinasi lintas unit agar mampu memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan efektif dalam menghadapi situasi kedaruratan maupun bencana. Simulasi ini bertujuan menguji sistem komando, koordinasi, serta respons cepat tanggap seluruh elemen rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.

” Skenario simulasi dirancang sangat mendekati realitas bencana di wilayah Yogyakarta, yakni gempa bumi tektonik-vulkanik berdurasi 60 detik yang memicu dampak sekunder berupa kebocoran gas dan ledakan kebakaran,” bebernya.

Lebih lanjut, Novi menambahkan dalam menghadapi kondisi kritis tersebut, RSA UGM menetapkan status Code Disaster dan mengaktifkan protokol penangan bencana rumah sakit secara menyeluruh. Rangkaian operasional, pergerakan petugas, serta suara alarm yang terdengar selama acara berlangsung sesuai dengan skenario simulasi manajemen bencana yang telah ditetapkan.

Dalam simulasi ini, RSA UGM tidak hanya menguji kesiapan internal, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal. Kegiatan simulasi ini dihadiri dan didukung oleh para undangan serta evaluator dari berbagai instansi strategis antara lain, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk memantau regulasi dan sistem rujukan kesehatan saat bencana.

” Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman untuk sinkronisasi pendirian tenda darurat dan evakuasi makro, personel Polsek Gamping yang menyimulasikan pengamanan area vital dan pembatasan akses, PMI Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi Komunitas Relawan Kabupaten Sleman, Puskesmas, dan Sleman Emergency Services (SES) yang mensimulasikan mobilisasi korban dari luar rumah sakit, serta Tim PK5L UGM yang membantu pengondisian lapangan dan respons pemadam internal.

” Sementara itu, Ketua Tim Hospital Disaster Plan sekaligus Kepala Instalasi Gawat Darurat RSA UGM, Eko Purnomo, Ph.D, Sp.BA Subsp.D.A.(K), menegaskan melalui pelaksanaan simulasi berskala besar yang komprehensif ini, RSA UGM menunjukkan komitmen nyata untuk terus menjadi rumah sakit yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai kondisi kedaruratan dengan tetap menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Segenap jajaran Direksi dan Sivitas Hospitalia RSA UGM menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, petugas keamanan, bagian umum, relawan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, PMI, Kepolisian, serta seluruh pihak yang telah bekerja cepat dan profesional dalam pelaksanaan simulasi ini.

” Senergi seluruh pihak menjadi faktor utama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai skenaro. Kepada masyarakat, RSA UGM mengimbau agar tetap tenang apabila menjumpai kegiatan serupa di kemudian hari dan senantiasa memperoleh informasi melalui kanal komunikasi resmi RSA UGM,” tutupnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *