Kabupaten Sleman – KompassIndonesianews.com Di sela – sela Musyawarah Nasional ke – 4, Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menyempatkan diri menanam sejumlah bibit pohon mangga di Area IPA Perumda Tirta Sembada di wilayah Dengan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon/Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu pagi 19 Juli 2026.
Penanaman pohon ini menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian air, di kawasan tersebut. Penanaman pohon bibit mangga ini dilakukan oleh Ketua Umum FORPAMNAS, Bambang Hardjono, masa periode tahun 2017-2026 beserta Ketua Umum FORPAMNAS terpilih periode 2026-2030 yang juga didampingi Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Sleman, Makwan.

” Ketua Umum terpilih, Sunardi, menargetkan terbentuknya badan regulator air minum dalam masa kerja. Dikatakan, keberadaan badan regulator ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelanggan, perusahaan daerah air minum, dan pemerintah,” ungkapnya.
Lanjutnya, badan regulator bukanlah tujuan akhir organisasi. Yang lebih peting, lahirnya kebijakan – kebijakan strategis yang memperkuat perlindungan hak pelanggan serta meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum di seluruh Indonesia,” tambahnya lagi.
Lebih lanjut, Sunardi menerangkan selama ini posisi pelangan masih belum sepenuhnya sejajar dalam proses pengambilan kebijakan sehingga dalam Munas di Kabupaten Sleman, FORPAMNAS mendeklarasikan Sleman 2026 dengan konsep One Water Governance Indonesia. Nantinya, melalui Badan Regulator, tata kelola air itu dikelola oleh pemerintah, perusahaan air minum, pelanggan, akademisi, niaga profesional, dan lembaga – lembaga yang terkait.
” Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, karena itu diperlukan regulasi yang mampu melindungi kepentingan seluruh pihak, baik pelangan, perusahaan, maupun pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan air minum,” imbuhnya.
FORPAMNAS melalui Dewan Regulator Air Minum akan membantu PDAM dalam mewujudkan 4K dan T yaitu, Kualitas, Kuantitas, Kontunitas, Keterjangkauan, dan Tekanan atau stabilitas padokan. Jadi hadirnya forum pelangan ini membantu peningkatan pelayanan pemandangan,” kata Sunardi.
” Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Makwan menjelaskan bahwa kita semua memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan. Namun, sering kali kita lupa bahwa keberlangsungan sumber air sangat bergantung pada kelestarian lingkungan, pohon, tanah, dan air adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
” Ketika pohon berkurang, kemampuan tanah menyerap air ikut menurun. Akibatnya, risiko banjir meningkat saat musim hujan, sementara saat musim kemarau kita menghadapi ancaman kekeringan dan berkurangnya debit mata air,” terangnya.
Oleh karena itu, menanam pohon sesungguhnya adalah menanam harapan. Kita sedang mewariskan udara yang lebih bersih, tanah yang subur, serta sumber air yang tetap lestari bagi anak cucu kita.
” Terlebih Kabupaten Sleman adalah area hulu yang menjadi tumpuan resapan air bagi wilayah selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, menanam satu pohon menghemat penggunaan air, mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan sungai dan merawat ruang terbuka hijau merupakan bentuk nyata kontribusi kita dalam menjaga bumi.
” Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kecintaan terhadap lingkungan sebagai bagian ” Memayu Hayuning Bawono “, sebuah nilai luhur yang mengajarkan kita untuk hidup harmonis dengan alam dan sesama.
Semangat kolaborasi seperti yang ditunjukkan FORPAMNAS hari ini menjadi contoh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, begitu pula masyarakat dan dunia usaha. Ketika seluruh elemen bersatu, saya yakin upaya pelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar.
Mari kita wariskan kepada generasi mendatang bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga alam yang lestari, sumber air yang terjaga, serta lingkungan yang sehat dan nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya.
(Joni)














