https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Manjakan Pasien, RSA UGM Operasikan Mobil Listrik eKarsa

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) resmi mengoperasionalkan mobil listrik kendaraan elektrik RSA atau eKarsa, sebagai upaya penerapan konsep green hospital. Mobil listrik ini, bertujuan untuk menekan emisi karbon di kawasan rumah sakit.

” Serah terima hibah satu unit kendaraan mobil listrik dilakukan secara simbolis di Joglo Kumbakarma RSA UGM oleh Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT Universitas Gadjah Mada, Prof.Ir.Hanung Adi Nugroho, S.T.,M.E.,Ph.D.,IPM, kepada Direktur Utama Rumah Sakit Akademik UGM, Dr.dr. Darwito, S.H.,Sp.B.Subsp. Onk (K), Rabu 22 Juli 2026.

Kendaraan listrik eKarsa ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional di lingkungan rumah sakit.

Kendaraan tersebut mampu mengangkut delapan penumpang, memiliki waktu pengisian daya relatif singkat sekitar satu jam, serta dirancang tanpa sudut tajam demi keamanan pengguna.

” Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSA UGM, Dr.dr.Darwito, mengatakan bahwa mobil listrik ini akan melayani para pasien dari lobi sisi selatan ke utara agar pasien tidak perlu berjalan kaki jauh,” katanya saat ditanya awak media.

Tentunya, kedepan pengunaan kendaraan listrik eKarsa akan kita tambah unitnya secara bertahap menjadi 4 unit. Kemudian, kita juga telah melakukan pengadaan ambulans listrik,” bebernya.

” Kita tau rumah sakit sebagai pengguna energi terbanyak, maka kita harus mulai kurangi satu persatu termasuk penggunaan listrik dengan panel surya karena kita sudah menggolah sampah untuk dijadikan biogas sebagai energi,” tambah Darwito.

Ia menambahkan kolaborasi hibah mobil listrik ini, membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian dan implementasi teknologi di bidang kesehatan. Tak hanya mendukung operasional layanan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dan peneliti lintas disiplin mendukung tranformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di masa depan,” tutup Darwito.

” Sementara itu, Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, Profesor Hanung Adi Nugroho, mengatakan kolaborasi antara DTETI dan RSA UGM tidak akan berhenti pada pemanfaatan kendaraan listrik saja, tetapi berkembang menjadi berbagai bentuk bentuk kerjasama yang memberikan dampak lebih luas.

” RSA UGM, dapat menjadi living laboratory bagi sivitas akademik UGM dalam mengembangkan inovasi yang mendukung layanan kesehatan yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Lanjutnya, kolaborasi ini sekaligus menegaskan peran UGM sebagai Universitas yang tidak hanya menghasilkan inovasi tetapi memastikan hasil risetnya dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

” Dengan semangat keberlanjutan dan hilirisasi teknologi, eKarsa diharapkan menjadi awal dari berbagai inovasi lain yang lahir dari sinergi antara dunia akademik, industri, dan layanan kesehatan,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *