GORONTALO. KompassIndonesianews.com— Tim SAR Gabungan Ditpolairud Polda Gorontalo bersama Basarnas,TNI AL dan Polres Pohuwato resmi memulai operasi pencarian dan pertolongan hari pertama terhadap kapal wisata _Mister Un_ yang hilang kontak di perairan Togean – Marisa, Sabtu (25/7/2026) pukul 06.15 WITA.
Kapal tersebut diketahui mengangkut 11 orang wisatawan asing dan 1 nahkoda serta 1 ABK (anak buah kapal) dengan rute Togean menuju Marisa pada Jumat (24/7/2026). Hingga saat ini keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya belum diketahui.
Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombespol Devy Firmansyah, S.I.K, M.H.,menyampaikan bahwa unsur yang terlibat dalam pencarian hari pertama terdiri dari Tim SAR Marisa, Pos Paguat Dit Polairud, Pos Polair Polres, serta personil Polres Pohuwato.
Namun proses pencarian di hari pertama terkendala cuaca ekstrem. Angin kencang dan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3 meter membuat tim gabungan harus ekstra hati-hati saat melakukan penyisiran, jelas KBP Devy
Lebih lanjut alumni Akpol 2000 ini menyampaikan bahwa Selain itu, tim SAR juga terkendala belum adanya informasi pasti terkait titik koordinat terakhir dan signal dari pihak Sangtum Resort Togean selaku pemilik kapal. Hal ini menghambat upaya identifikasi lokasi hilangnya kapal.
“Informasi dan perkembangan kegiatan SAR akan kami laporkan kembali pada kesempatan pertama,” ujar Kombespol Devy Firmansyah.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus dilakukan dengan memantau perkembangan cuaca dan menunggu data tambahan dari pihak terkait, tutup KBP Devy.
Rudolf
Narasumber : Kabid Humas Polda Gorontalo














