https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pemprov Bengkulu Dorong Investasi Jadi Penggerak Ekonomi, Pulau Baai dan Jalur Kereta Api Masuk Prioritas

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKULU –  Kompassindonesianews.Com Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa investasi harus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah guna mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi pemerintah dan rumah tangga. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berada di bawah rata-rata Pulau Sumatera yang mencapai 5,13 persen maupun nasional sebesar 5,61 persen.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Bengkulu melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan dalam kegiatan **Sarasehan Perekonomian Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bengkulu Edisi Mei 2026** dan **Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR)** yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), Selasa (28/7/2026), di salah satu hotel di Kota Bengkulu.

Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa struktur ekonomi Bengkulu hingga saat ini masih didominasi oleh konsumsi pemerintah dan rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peningkatan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Sebagai upaya memperkuat investasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadikan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai sebagai salah satu proyek strategis. Pemprov menilai pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 15 Tahun 2025 telah memberikan dampak positif melalui kembali beroperasinya akses Pelabuhan Pulau Baai serta terbukanya jalur transportasi menuju Pulau Enggano.

Atas dasar itu, pemerintah daerah mengusulkan agar pelaksanaan Inpres tersebut diperpanjang sekaligus diperluas dengan mencakup pembangunan kawasan industri di sekitar Pelabuhan Pulau Baai. Keberadaan kawasan industri diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi serta meningkatkan aktivitas ekonomi di Bengkulu.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga terus mempercepat usulan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Lubuklinggau dengan Pelabuhan Pulau Baai. Jalur sepanjang sekitar 98 kilometer tersebut diproyeksikan menjadi lintasan logistik batu bara milik PT Bukit Asam menuju Bengkulu, menggantikan jalur menuju Lampung yang mencapai sekitar 460 kilometer. Proyek ini diyakini dapat menekan biaya logistik secara signifikan sekaligus meningkatkan daya saing Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat distribusi regional.

Pemerintah daerah menyebutkan bahwa usulan pembangunan rel kereta api tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Bahkan, sejumlah investor swasta dikabarkan menunjukkan minat untuk berinvestasi apabila regulasi dan perizinan mendukung. Meski demikian, realisasi proyek masih menunggu keputusan pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran nasional.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai keberhasilan menjaga stabilitas inflasi menjadi modal penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Bengkulu disebut sebagai provinsi dengan pengendalian inflasi terbaik di Sumatera dan berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.

Tak hanya itu, Bengkulu juga memperoleh penghargaan sebagai provinsi terbaik di Sumatera dalam pengelolaan tenaga kerja yang berdampak pada penurunan angka pengangguran. Atas berbagai capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menerima insentif sebesar Rp6 miliar dari pemerintah pusat.

Dana insentif tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu, masing-masing sekitar Rp500 juta. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk memperkuat pelaku UMKM, koperasi, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai langkah mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Mimi (F.A)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *