https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Maraknya Dugaan Pencurian Ternak di Desa Praibakul, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Praibakul, Sumba TimurKompassindonesianews.Com Maraknya dugaan pencurian ternak di Desa Praibakul, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur, menjadi perhatian serius masyarakat. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir, sejumlah warga dilaporkan kehilangan ternak dengan nilai ekonomi yang tidak sedikit, sehingga memunculkan keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, beberapa kasus yang dilaporkan antara lain:

Seekor sapi induk berusia sekitar 10 tahun milik Devidson dilaporkan hilang dan kemudian hanya ditemukan bagian kepalanya.

Lima ekor kuda sempat hilang. Seluruhnya telah ditemukan kembali, terdiri atas empat ekor di wilayah Kabupaten Sumba Tengah dan satu ekor di Kabupaten Sumba Barat.

Kasus terbaru, seekor kuda betina milik Jemi K. Lendi juga dilaporkan hilang sekitar dua minggu terakhir.

Rangkaian kejadian tersebut telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dugaan kehilangan ternak terus berulang. Warga berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli, penyelidikan, dan pengamanan guna mengungkap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami meminta agar kasus ini menjadi perhatian serius. Ternak merupakan aset penting dan sumber penghidupan masyarakat. Kami berharap penyelidikan dilakukan secara profesional sehingga apabila terdapat tindak pidana, pelakunya dapat diproses sesuai hukum,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, saling menjaga lingkungan, serta segera melaporkan kepada Polsek terdekat atau pemerintah desa apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan agar keamanan di Desa Praibakul dapat segera dipulihkan dan masyarakat kembali merasa aman dalam memelihara ternaknya.

Dominggus

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *