Toba. Kompassindonesianews.com-– Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sabam Rajagukguk, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut diisi dengan sejumlah agenda yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian, mulai dari peletakan batu pertama pembangunan irigasi perpompaan dan jaringan perpipaan, pelaksanaan program Optimasi Lahan (OPLAH), hingga penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani.
Kegiatan diawali doa bersama di Desa Parparean 1 dan Desa Parparean 3. Di dua lokasi tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan infrastruktur pengairan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Alsintan di halaman Kantor Camat Porsea.
Sejumlah unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Bupati Toba Efendi Sintong Panangian Napitupulu, unsur Forkopimda, DPC Partai Gerindra Kabupaten Toba, anggota DPRD Toba dari Fraksi Gerindra, para camat, kepala desa, kelompok tani serta sejumlah elemen masyarakat.
Program irigasi dan OPLAH tersebut diarahkan untuk mendukung optimalisasi lahan pertanian hingga mencapai 28.583 hektar.
Optimalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui ketersediaan air yang lebih baik, pengelolaan lahan, serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.
Pembangunan jaringan irigasi perpompaan dan perpipaan menjadi salah satu langkah untuk menjawab persoalan ketersediaan air, khususnya pada lahan pertanian yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya percepatan masa tanam dan peningkatan indeks pertanaman agar lahan produktif tidak dibiarkan kosong.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui pengusulan program dan bantuan pertanian ke pemerintah pusat.
Menurutnya, dukungan tersebut telah menghasilkan sejumlah bantuan bagi petani Toba dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, bantuan yang diterima antara lain 9 unit traktor T4, 35 unit pompa air, 11 unit hand tractor serta benih padi unggul.
Sementara pada 2026 melalui alokasi reguler, Kabupaten Toba mendapatkan 8 unit traktor, 60 unit pompa air, 1 unit mesin panen kombinasi, 20 unit penyemprot gendong dan 3 unit traktor roda dua.
Selain itu, terdapat dukungan tambahan untuk penanganan dampak cuaca ekstrem berupa 5 paket irigasi perpompaan yang tersebar di 10 kecamatan.
Program pengembangan lahan juga mencakup sekitar 500 hektar, dengan sekitar 50 hektar di antaranya disebut masih menunggu realisasi seiring proses pencairan anggaran.
Bupati Toba menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, kita tidak bisa berbuat apa-apa.”
Karena itu, pembangunan irigasi dan jaringan perpipaan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Toba.
Lahan Pertanian Diminta Tidak Dibiarkan Kosong
Dalam kunjungan tersebut, perhatian juga diarahkan pada masih ditemukannya lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk lahan di sepanjang jalur utama Kabupaten Toba.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi dengan meningkatkan indeks pertanaman dan mempercepat masa tanam.
Pemerintah daerah dan petani didorong tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan lahan pertanian tetap produktif sepanjang tahun sesuai kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Dengan dimulainya pembangunan irigasi perpompaan, jaringan perpipaan dan program OPLAH, optimalisasi lahan diharapkan berjalan beriringan dengan pemanfaatan bantuan Alsintan.
Pesan yang juga ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah agar bantuan pertanian yang telah diterima kelompok tani benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produksi.
Alsintan diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan yang tersimpan, tetapi digunakan secara optimal dan bersama-sama untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di Kabupaten Toba.
( Marhuarar Pangaribuan)














