https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Gempa Bumi M 7,7 di NTT: Sejumlah Bangun di Maumere Rusak Parah, 2.000 Orang Lebih Diungsikan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

KupangKompassimdonesianews.com – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur Indonesia pada Sabtu dini hari (15/8/2026). BMKG mencatat gempa dangkal berkedalaman 15 km ini terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Sedikitnya 20 orang tewas dan 2000 orang telah diungsikan. Gempa juga
sempat menimbulkan gelombang tsunami 1 meter di beberapa titik sebelum BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami sekitar tiga jam pasca gejolak utama.

Tim SAR gabungan di kawasan pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan evakuasi masih terus berlangsung. Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan sejauh ini ditemukan 20 korban meninggal dunia, enam luka-luka, dan dua warga masih tertimbun reruntuhan.

Akses menuju titik terdekat pusat gempa di Kabupaten Nagekeo hingga kini masih lumpuh total. Jalur darat terkunci material tanah longsor, sementara sinyal komunikasi terputus. Tim penolong kini tengah berpacu dengan waktu mencoba menembus lokasi melalui jalur laut menggunakan kapal feri.

Data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 2,000 warga Nagekeo telah diungsikan. Sejumlah rumah, gudang, hingga fasilitas publik dilaporkan rusak parah diiringi pemadaman listrik total dan kemacetan lalu lintas.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban tewas akibat tertimpa puing bangunan saat tertidur lelap.

Kepanikan Luas di Jalur Ring of Fire
Guncangan dahsyat selama kurang lebih satu menit ini terasa hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Ende, sebuah rumah sakit terpaksa mengevakuasi seluruh pasien ke area terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan.

Meski sempat memicu alarm bahaya di kawasan sekitar, Pusat Peringatan Tsunami Australia memastikan peristiwa ini tidak berdampak pada wilayah daratan maupun teritori Australia.

Indonesia yang terletak di lintasan Pacific Ring of Fire memang menjadi langganan aktivitas seismik tinggi akibat tumbukan lempeng tektonik aktif dunia.

(Redaksi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *