https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

‎Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Dirasakan hingga Tebingtinggi dan Siantar

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Simalungun| Kompasindonesianews.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatra Utara, Sabtu (15/8) petang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

‎Gempa terjadi pukul 17.54.52 WIB. Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, episenter berada di darat, sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, pada koordinat 2,91° Lintang Utara dan 98,93° Bujur Timur. Gempa berpusat pada kedalaman 168 kilometer.

‎BMKG mengategorikan gempa ini sebagai gempa menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan oblique normal fault, atau sesar normal dengan komponen geser.

‎Guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas V MMI tercatat di Kota Tebingtinggi, Kabanjahe, dan Limapuluh. Pada tingkat IV MMI, getaran dirasakan di Raya, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, serta Kota Pangururan.

‎Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas kegempaan.

‎BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak memiliki sumber jelas. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan.

‎Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat diperoleh melalui kanal BMKG yang terverifikasi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi. (RUDOLF)

 

Narasumber BMKG

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *