JAKARTA BARAT kompassindonesianews.com Rapat Participatory Urban/Rural Appraisal (PUA/PRA) dan Forum Warga RW 02 Jembatan Besi digelar di Aula Kantor Kelurahan Jembatan Besi, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Satpol PP Kecamatan Tambora ini menjadi ruang dialog masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus mendorong solusi bersama.
Kegiatan dihadiri Kasatpol PP Kecamatan Tambora Deni Hadi Permana beserta jajaran, Lurah Jembatan Besi Achmad Subhan, Kasi Pemerintahan Martadinata, serta pengurus wilayah dan unsur masyarakat.
Kegiatan diawali sambutan Lurah Jembatan Besi yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan sinergi seluruh unsur dalam menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Selanjutnya, Kasatpol PP Kecamatan Tambora Deni Hadi Permana memberikan arahan dan sosialisasi mengenai ketenteraman dan ketertiban serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menangani persoalan di wilayah.
Empat Kelompok Belanja Masalah
Memasuki sesi belanja masalah, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Diskusi dipandu oleh Kasatpol PP dari wilayah kelurahan lain bersama anggota Satpol PP.
Empat persoalan yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
1. Keamanan dan ketertiban
2. Kebersihan dan pengelolaan sampah
3. Kenakalan remaja
4. Bimbingan anak usia dini
Hasil diskusi masing-masing kelompok kemudian disampaikan dalam forum sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Ketua RW 02 Soroti Pengawasan Sampah Pilah
Ketua RW 02 Jembatan Besi Agus Hidayat menyampaikan bahwa RW 02 telah menjadi RW Percontohan Program Pilah Sampah dari Sumbernya. Program tersebut telah berjalan dengan baik melalui dukungan masyarakat, pengurus RT/RW, kader dan petugas Sampah Pilah.
Namun, Agus meminta agar keberlanjutan program tidak hanya dibebankan kepada pengurus RT, RW dan petugas Sampah Pilah.
Ia juga mempertanyakan kepada Kasatpol PP Kecamatan Tambora mengenai mekanisme dan sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi program Sampah Pilah atau masih membuang sampah sembarangan, khususnya setelah mendapatkan sosialisasi dan pembinaan.
> “Jangan hanya mengandalkan RT, RW atau pengurus Sampah Pilah. Pemangku wilayah juga perlu lebih sering turun ke lapangan untuk melakukan monitoring dan memastikan program berjalan,” ujar Agus.
Menurutnya, diperlukan pengawasan bersama serta mekanisme yang jelas mulai dari sosialisasi, pembinaan, teguran hingga penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apresiasi kepada Satpol PP Kecamatan Tambora
Dalam sambutan penutup, Agus Hidayat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kasatpol PP Kecamatan Tambora Deni Hadi Permana beserta jajaran atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Agus, kegiatan PUA dan Forum Warga memberikan pembelajaran sekaligus membuka ruang komunikasi antara masyarakat, pengurus wilayah dan pemerintah.
Ditutup Penandatanganan Banner Fakta Komitmen Warga
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan pada banner “FAKTA KOMITMEN WARGA” oleh unsur pemerintah, Satpol PP, pengurus wilayah dan masyarakat.
Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban, meningkatkan kebersihan, menjalankan Sampah Pilah dari Sumbernya, mencegah kenakalan remaja serta memperkuat bimbingan bagi anak usia dini.
Melalui kegiatan ini, RW 02 Jembatan Besi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh unsur masyarakat. Hasil PUA diharapkan tidak berhenti sebagai pemetaan masalah, tetapi dilanjutkan dengan monitoring, pembinaan dan langkah nyata di lapangan demi terciptanya lingkungan yang aman, bersih, tertib, kondusif dan nyaman bagi seluruh warga.
(Johan)















