Kelapa Gading, Jakarta Utara – kompassindonesianews.com/ — Pagi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi adegan kejar-kejaran. Dua pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor panik setelah gerak-gerik mereka diketahui sekuriti. Pelarian pun dimulai—hingga salah seorang dari mereka tercebur ke kali.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 09.17 WIB. Sepeda motor yang menjadi sasaran disebut milik seorang pegawai toko elektronik di sekitar lokasi. Saat polisi menindaklanjuti laporan sekuriti, rumah kunci kontak motor tersebut sudah dalam kondisi rusak, namun kendaraan belum sempat dibawa pergi.
Dua pria yang kemudian diketahui bernama Isak dan Budiman mencoba kabur setelah aksinya terbongkar. Warga ikut mengejar hingga keduanya berhasil diamankan. Dalam kepanikan itu, salah seorang pelaku bahkan tercebur ke kali sebelum akhirnya ditangkap.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki mengatakan, pemeriksaan terhadap keduanya menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan percobaan pencurian tersebut. Polisi menyita dua kunci T, tiga mata kunci, satu kunci motor, serta tiga telepon genggam.
Dari pemeriksaan awal, polisi juga menemukan adanya pembagian peran. Isak disebut berperan sebagai joki dan mengaku telah dua kali melakukan pencurian sepeda motor bersama Ferdi, yang saat ini masuk daftar pencarian dan disebut berperan sebagai pemetik. Sementara Budiman juga disebut berperan sebagai joki bersama Ferdi.
Namun perkara ini belum benar-benar selesai di titik penangkapan. Polisi masih mengembangkan keterangan kedua terduga pelaku sekaligus memburu Ferdi untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Keduanya bersama barang bukti telah dibawa ke Polsek Kelapa Gading untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Kasus tersebut kembali mengingatkan bahwa keamanan kendaraan bukan hanya soal mengunci setang, tetapi juga kewaspadaan lingkungan. Dalam sejumlah pengungkapan sebelumnya, Polsek Kelapa Gading sendiri telah menegaskan komitmen memberantas tindak curanmor dan mengajak masyarakat segera melapor ketika menemukan gerak-gerik mencurigakan.
Pagi itu, sebuah motor memang belum sempat hilang. Tetapi satu hal telah menunjukkan betapa cepat sebuah kejahatan dapat berubah arah ketika masyarakat memilih untuk tidak diam.
Kunci rusak, rencana kandas, dan pelarian berakhir di kali.
Untuk informasi di media sosial, pencarian terhadap unggahan Instagram maupun YouTube yang secara spesifik memuat kasus Isak dan Budiman belum menemukan unggahan resmi yang cukup kuat untuk dijadikan sumber fakta. Karena itu, informasi dalam laporan ini diprioritaskan dari keterangan kepolisian dan laporan media yang saling menguatkan.
Penulis:
Burhanudin Fajri
Zill Samt
















