https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Ketika Maulid Tak Hanya Menghidupkan Shirah Nabawi, Tetapi Juga Menghidupkan Kepedulian: SekolahAdab.ID Kejar Target Donasi Rp10 Juta untuk NTT dan Kalimantan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Depokkompassindonesianews.com/ — Ada rapat yang selesai ketika agenda ditutup. Ada pula rapat yang justru meninggalkan pekerjaan panjang di dalam hati. Di Sekolah Adab Insan Mulia, Depok, rapat pekanan para Muaddib/Guru pada Kamis, 3 September 2026, dari pukul 15.30-18.15 WIB, menjadi bagian dari ikhtiar menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus menyiapkan satu pesan penting: bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengenang, tetapi juga perlu diwujudkan dalam adab, karya, dan kepedulian kepada sesama.

Rapat kedua persiapan ini dipimpin langsung oleh Ustadzah Rini Kusmayani, M.Pd.I., Kepala Sekolah Adab Insan Mulia, dengan Ustadz Ramadhan Ibn Abdullan Collins, S.Sos. sebagai pembawa acara sekaligus notulis. Seperti agenda pekanan sebelumnya, pertemuan diawali dengan evaluasi kegiatan belajar-mengajar selama sepekan terakhir dan dilanjutkan dengan persiapan KBM untuk pekan berikutnya.

Namun kali ini, perhatian para Muaddib/Guru semakin diarahkan kepada persiapan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Kamis, 10 September 2026 atau 28 Rabi’ul Awal 1448 H. Ketua panitia, Ustadz April Setiawan, S.Pd., bersama seluruh panitia dan para guru terus mematangkan setiap bagian kegiatan.

Seluruh rangkaian membawa tema:
“Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Adab dan Karakter Generasi Insan Mulia.”

Tema tersebut akan diterjemahkan bukan hanya melalui tausiyah, melainkan melalui pengalaman anak-anak secara langsung. SekolahAdab.ID memang menempatkan adab sebagai bagian penting dalam pendidikan dan pembentukan insan yang berkarakter.

A. Panggung Shirah, Lomba, dan Karya Anak

Rangkaian perlombaan untuk para murid dijadwalkan berlangsung 7–9 September 2026. Sejumlah bidang yang dipersiapkan meliputi cerdas cermat, matematika, membuat kaligrafi, pidato, hafalan Al-Qur’an, dan hafalan hadis.

Para pemenang lomba nantinya akan mendapatkan penghargaan pada acara puncak, Kamis, 10 September 2026.

Tetapi panggung Maulid tidak berhenti pada pemberian hadiah. Murid-murid kelas 1 hingga kelas 6 juga akan tampil dalam rangkaian kreasi seni, termasuk teatrikal sirah nabawiyah, drama, puisi, dan nasyid.

Sekitar 400 peserta diperkirakan hadir, terdiri atas murid tingkat SD hingga SMP SekolahAdab.ID, wali murid, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Untuk memberikan penguatan terhadap pesan kegiatan, Ustadz Edgar Hamas, yang dikenal sebagai aktivis dakwah dan relawan kemanusiaan untuk Palestina, sudah dikonfirmasi akan hadir sebagai pengisi acara.

Dengan demikian, panggung Maulid tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat anak-anak menunjukkan keberanian tampil. Di balik latihan, hafalan, pembagian peran, dan kerja tim, terselip pendidikan tentang tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, persaudaraan, dan keteladanan.

B. Bazar Anak: Belajar Berdagang, Belajar Berbagi

Satu bagian yang membuat kegiatan ini terasa berbeda adalah hadirnya stand bazar jajanan kreasi murid.

Setiap kelas akan memiliki satu stand yang menjual makanan dan minuman hasil karya mereka sendiri. Sekolah menyediakan fasilitas stand, sementara para murid belajar merencanakan, bekerja sama, membuat produk, melayani pembeli, dan mengenal semangat kewirausahaan sejak dini.

Tetapi bazar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan jual-beli.

Ia juga menjadi jembatan menuju kepedulian.

Mulai Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026, para orang tua diharapkan dapat menitipkan uang kepada anak-anak untuk dimasukkan ke celengan harian. Hasil pengumpulan itu akan dihimpun dan diumumkan pada acara puncak Maulid.

Selain itu, pada hari pelaksanaan akan disiapkan tim sunduk yang berkeliling di tengah para tamu dan penonton bagi siapa pun yang masih ingin menambahkan donasinya.

C. Target Rp10 Juta Masih Jauh

Di sinilah rapat pekan kedua menjadi semakin serius.

Dalam satu pekan terakhir, donasi yang telah terkumpul baru mencapai Rp818.700 atau sekitar 8,2 persen dari target Rp10.000.000.

Artinya, masih terdapat kebutuhan sekitar Rp9.181.300 untuk mencapai sasaran penggalangan dana yang telah ditetapkan.

Angka itu mungkin terlihat besar ketika berdiri sendiri. Namun dari sudut pandang gotong royong, angka besar bisa berubah menjadi langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.

SekolahAdab.ID menargetkan dana tersebut menjadi bentuk kepedulian untuk saudara sebangsa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Kepedulian itu datang ketika NTT memang menghadapi dampak gempa besar. BNPB melaporkan gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah. Dalam pembaruan berikutnya, jumlah korban meninggal terus meningkat seiring proses pendataan dan verifikasi.

Di Kalimantan, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian serius. BNPB mencatat sejumlah kejadian karhutla di Kalimantan dan sebelumnya menyebut Agustus–September sebagai periode yang perlu diwaspadai karena risiko kebakaran meningkat di sejumlah wilayah.

Maka, bagi SekolahAdab.ID, donasi ini bukan sekadar angka yang dicatat dalam laporan panitia.

Ia adalah cara sederhana untuk mengatakan kepada saudara kita yang sedang tertimpa musibah: kalian tidak sendirian.

D. SekolahAdab.ID Mengetuk Pintu Kepedulian

Karena itu, keluarga besar SekolahAdab.ID kembali mengajak seluruh wali murid dan masyarakat luas untuk terlibat.

Kehadiran pada acara puncak Maulid memang berarti. Menyaksikan anak-anak tampil di atas panggung adalah bentuk apresiasi terhadap proses belajar mereka. Membeli karya dari stand bazar anak juga merupakan bagian dari dukungan terhadap pendidikan kewirausahaan.

Namun ada satu bentuk dukungan lain yang tidak kalah penting: berbagi rezeki untuk mereka yang sedang membutuhkan.

Panitia berharap para orang tua tidak hanya mendukung putra-putrinya dalam latihan dan persiapan pementasan, tetapi juga ikut menghidupkan semangat berbagi di dalam keluarga.

Sebab anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar dari orang dewasa. Mereka belajar dari apa yang mereka lihat dilakukan oleh orang tuanya.

Ketika seorang anak melihat ayah dan ibunya menyisihkan sebagian rezeki untuk korban bencana, di situlah sebuah pelajaran tentang kemanusiaan mungkin tertanam jauh lebih dalam daripada sekadar teori di dalam kelas.

Dan itulah ruh yang ingin dibawa SekolahAdab.ID melalui Maulid tahun ini.

Mengenang Rasulullah SAW dengan lisan, meneladani beliau dengan adab, lalu meneruskan kasih sayang itu kepada sesama manusia.

Kamis, 10 September 2026, pukul 06.00-11.30 WIB, panggung Maulid akan dibuka. Anak-anak akan datang membawa latihan, hafalan, karya, dan rasa gugup yang mungkin masih tersisa.

Sementara itu, panitia berharap masyarakat datang membawa sesuatu yang lain:

kepedulian.

Karena mungkin, satu lembar uang yang kita sisihkan hari ini tampak kecil di tangan kita.

Tetapi bagi seseorang yang sedang kehilangan rumah, kehilangan rasa aman, atau sedang bertahan di tengah puing-puing bencana, bantuan kecil itu bisa terasa seperti sebuah pelukan yang datang dari tempat yang jauh.

Maulid Nabi tahun ini, semoga bukan hanya menjadi hari ketika kita berbicara tentang keteladanan Rasulullah SAW. Semoga ia menjadi hari ketika keteladanan itu benar-benar hidup—di atas panggung, di dalam keluarga, dan di tengah hati kita semua.

Penulis:
Zill Samt

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *