SLEMAN – KompassIndonesianews.com Kantor Kapanewon/Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman berhasil meluluskan 184 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total 4.275 KPM penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Hal tersebut disampaikan oleh Panewu/Camat Mlati, Kabupaten Sleman, Dyah Purwanti, saat diwawancarai di ruangan kerjanya, Kamis 24 September 2026.
Dyah menjelaskan, bahwa sebanyak 103 KPM mengundurkan diri secara sukarela karena peningkatan ekonomi dari usaha mandiri maupun anaknya yang telah bekerja. Sedangkan 79 KPM lulus melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), berstimilan Rp. 5 juta rupiah,” jelasnya.
Namun, demikian walaupun sudah meningkat ekonominya tidak mau melepas secara sukarela bantuan dari pemerintah. Kalau mereka mau melepas secara sukarela, bantuan tersebut kita serahkan kepada warga yang lebih berhak menerima bantuan tersebut,” bebernya.
” Harapan kami kedepan bagi warga yang menerima bantuan, secara ekonomi kehidupannya sudah mampu ya monggo bisa dilepas karena masyarakat yang kurang mampu masih banyak sekali dan mungkin yang tepat sasaran itu juga perlu dibantu, tapi malah tidak dapat ada seperti itu,” kata Dyah”.
” Sementara itu, koordinator pendamping PKH Kapanewon/Kecamatan Mlati, Muhammad As’adur Rofiq, menyebutkan bahwa terget graduasi ditingkatkan lebih dari dua kali lipat menjadi 24 KPM per pendamping pada tahun ini.
Hal ini guna mengatasi kendala warga yang enggan dilepas dari zona bantuan, para pendamping berkolaborasi dengan Dukuh setempat memberikan edukasi serta dorongan agar bantuan dapat dialihkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” kata Rofiq.
(Joni)















