Palembang|Kompassindonesianews.com- Pembelajaran Berbasis Projek Keahlian Khusus butuh dukungan dari beberapa pihak, mulai dari pemerintah daerah pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan melalui Direktorat SMK.
Salah satunya yaitu SMK Negeri 7 Palembang dituntut untuk menghasilkan pengrajian atau tukang pandai logam dan perhiasan.
“Diseminasi Hasil Pembelajaran Siswa SMK Negeri 7 Palembang BISA kompeten, dan BIASA berkarya. Hari ini kita buktikan. Hasil pembelajaran yang didiseminasikan hari ini bukan sekadar tugas sekolah, tapi adalah produk, jasa, dan karya nyata yang siap bersaing di industri,”ujar Kabid SMK Disdik Provinsi Sumsel, Likwanyu saat membuka kegiatan acara di PTC Mall Palembang. Sabtu (17/10/2026)

Selain itu juga, Likwanyu Menambahkan, SMK Negeri 7 Palembang sebagai SMK rumpun Pariwisata, Tata Boga, Tata Busana, dan Kecantikan, telah menunjukkan jati dirinya. Karya busana, kreasi kuliner, dan layanan kecantikan yang ditampilkan hari ini adalah bukti bahwa pembelajaran berbasis Project Based Learning dan Teaching Factory berjalan dengan baik,”imbuhnya.
“Ada tiga hal yang harus diperhatikan Pertama, ini adalah bukti akuntabilitas. Sekolah mempertanggungjawabkan kualitas pembelajarannya kepada orang tua dan kepada DUDI. Ini transparan dan luar biasa. Kedua, ini adalah ajang promosi. Dari diseminasi ini, DUDI bisa melihat langsung kualitas lulusan SMKN 7. Saya berharap hari ini terjadi link and match, bahkan mungkin rekrutmen langsung.
“Ketiga, ini adalah laboratorium mental wirausaha.* Saya melihat produk-produk siswa hari ini sudah layak jual. Ini sejalan dengan misi kita: Lulusan SMK adalah BMW – Bekerja, Melanjutkan, dan Berwirausaha,”jelas Likwanyu Sapaannya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Palembang, Aliyas Mengatakan, Tujuan Kegiatan ini adalah Pembelajaran berbasis Projek Keahlian khusus Kriya logam dan perhiasan. Unjuk kerja produk kriya logam dan perhiasan serta keahlian lainnya. Serta mengambangkan potensi sekolah kejuruan,”katanya saat di jumpai sela-sela acara.
“Pentas Ekskul dan seni budaya kita tampilkan diacara ini mulai dari hasil karya para guru dan siswa seperti kayu dan rotan, seni lukis dan batik textile,”jelasnya.
Dari kegiatan ini output nya adalah berfokus kepada pembentukan atau tenaga pengrajin logam dan perhiasan muda. “Semua terbukti ada 3 murid kita SMKN 7 Palembang yang sudah bekerja di PYO Jelewery dan salah satunya sudah menjadi pegawai pegadaian yang menjadi pende emas dan tahun ini yang magang sudah banyak ,”jelas Aliyas.
(Fadiel)











