Toba|Kompassindonesianews.com- Sebanyak 27 remaja beradu kemampuan olah vokal dalam ajang GAMKI Got Talent Solo Singing Competition yang digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di SGA’ Simrader Carwash & Care, Jalan By Pass Balige, Sabtu (31/10/2026).
Kompetisi yang diperuntukkan bagi anak usia 13 hingga 17 tahun ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, mengasah kepercayaan diri, sekaligus menyalurkan talenta di bidang tarik suara.
Dalam kompetisi tersebut, setiap peserta diwajibkan membawakan dua lagu, yakni lagu pilihan dan lagu wajib. Penampilan mereka dinilai langsung oleh dewan juri profesional.
Ketua DPC GAMKI Toba, Boy Antoni Simangunsong, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang dapat mengembangkan talentanya hingga ke tingkat lebih tinggi.
Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan talenta yang dimiliki untuk menjadi pelayan Tuhan di gereja masing-masing.
“Semoga anak-anak kita bisa mengorbit melalui talentanya ke depan,” ujar Boy.
Kepada seluruh peserta, Boy berpesan agar memberikan penampilan terbaik dengan menjadikan kemuliaan Tuhan sebagai tujuan utama.
“Kalian semua sudah juara. Kalian adalah yang terbaik. Jadi, buatlah setiap penampilan menjadi yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Semoga kegiatan ini berjalan baik, seturut kehendak Tuhan,” kata mantan Anggota DPRD Kabupaten Toba tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Toba, Nelly Arta Dumora Lumban Tobing, SE, yang hadir mewakili Kepala Kesbangpol, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Toba atas inisiatif GAMKI menggelar kegiatan positif, kreatif, dan membangun bagi generasi muda.
Menurutnya, GAMKI Got Talent Solo Singing Competition bukan sekadar perlombaan bernyanyi, melainkan ruang untuk menampilkan dan mengembangkan talenta yang dianugerahkan Tuhan kepada generasi muda.
“Melalui musik, kita menyampaikan pesan kasih, pesan harapan, dan pesan persatuan,” ungkap Nelly.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif dalam tiga aspek penting, yakni pembinaan talenta, pembentukan karakter, serta upaya merawat kebhinekaan.
Kepada dewan juri, Nelly juga berpesan agar memberikan penilaian secara objektif, jujur, dan adil, sekaligus menyampaikan masukan yang membangun bagi para peserta.
( Marhuarar Pangaribuan )














