LEBAK — Kompassindonesianews.Com Sektor pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah perdesaan Kabupaten Lebak, Banten, mendapat angin segar. Melalui program refocusing anggaran dari pemerintah pusat dengan skema swakelola, sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) negeri di Desa Tamanjaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, tengah merampungkan perombakan total fasilitas belajar guna menunjang kenyamanan dan kualitas pendidikan anak-anak di daerah pelosok.

Ketua Pelaksana Pembangunan, Yusuf Firdaus, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa total luas lahan sekolah ini mencapai sekitar 1.200 meter persegi. Dulunya, sebagian lahan tersebut bergabung dengan Balai Keluarga Berencana (KB) seluas 200 meter persegi yang kini tidak lagi difungsikan.
Pembangunan yang dikerjakan secara swakelola ini mencakup rehabilitasi dan penambahan dua Ruang Kelas Baru (RKB 1 dan RKB 2), penataan areal lingkungan bermain anak yang diperluas, penyediaan jalur sepeda, hingga penggantian Alat Permainan Edukatif (APE) yang sudah rusak.
”Ibaratnya benar-benar peremajaanlah di sekolah ini biar lebih baik. Selain itu, areal lingkungan sekolah yang awalnya masih berupa tanah juga kita cor agar lebih nyaman dan akses mobilitas jalan ke sekolah lebih bagus serta sedap dipandang,” ujar Yusuf Firdaus.
Ia merincikan, dana refocusing dari pemerintah pusat yang dikucurkan untuk proyek peremajaan sekolah ini mencapai Rp529 juta. Dengan anggaran tersebut, pihaknya berkomitmen untuk mengawal ketat kualitas pengerjaan agar terserap dengan baik dan sesuai spesifikasi di lapangan.
”Harapan saya supaya sekolah TK di khususnya di pelosok-pelosok, ini kan masih masuk perkampungan, bisa lebih baik dari sebelumnya dan fasilitasnya mencukupi kebutuhan anak. Karena program pemerintah sekarang, sedikit dikritik langsung ditanggapi dengan cepat,” tambahnya.
Saat ini, TK negeri di Desa Tamanjaya tersebut tercatat mendidik sekitar 60 orang siswa dengan didukung oleh empat orang tenaga pengajar, satu orang tenaga operator sekolah, serta seorang kepala sekolah, sehingga total tenaga pendidik dan kependidikan berjumlah lima orang.
Jadi Pusat Pendidikan Lintas Desa
Kehadiran wajah baru fasilitas pendidikan ini disambut antusias oleh Kepala Desa Tamanjaya. Menurut Pak Kades, manfaat keberadaan sekolah ini tidak hanya dirasakan oleh warga setempat, melainkan juga anak-anak dari desa-desa tetangga seperti Anggalan, Muncangcopong, Cibanjang, hingga Cigoong Utara.
Pihak desa berharap, pembenahan infrastruktur pendidikan sejak usia dini ini dapat mendongkrak kualitas sumber daya manusia di wilayah Lebak, khususnya dalam memutus stigma ketertinggalan pendidikan di daerah.
”Harapannya ke depan, dengan adanya TK ini, anak-anak terutama di Desa Tamanjaya bisa lebih cemerlang dan bersaing di dunia pendidikan. Kalau dulu untuk sekolah lanjutan saja sulit, mudah-mudahan dengan adanya fasilitas yang luar biasa ini, anak-anak kita ke depannya tidak hanya lulus SMP atau SMA, bahkan bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi,” ungkap Pak Kades penuh optimisme.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pengelola pembangunan, dan pemerintah desa, peremajaan fasilitas ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan generasi emas dari pelosok Kabupaten Lebak.
Setiawan














