https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Putra Wartawan Asal Lampung Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara di Lengkong Kiai Pagedangan

TANGERANG|Kompassindonesianews.com- Dua Putra wartawan asal Lampung melakukan ziarah religi ke Makam Keramat Lengkong Kiai, di Kampung Lengkong Kiai, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu Malam (01/11/2026) pukul 19.34 WIB.

Lokasi makam yang berada di Jl. Lengkong Kiai, Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15331 (PM72+5RP) dengan titik koordinat Lat -6.2863, Long 106.6514 tersebut, merupakan makam Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara, ulama besar sekaligus pendiri Kabupaten Tangerang.

Dalam ziarahnya, pemuda asal Lampung yaitu Holidi dan Yahumin bertemu langsung dengan Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara (IKBAR WANGSA), Kiyai Baequni Yasin, serta diantar oleh Lulu Zaerina, A.Md.Kom., Jurnalis yang juga masih Keluarga IKBAR WANGSA (Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara).

Kiyai Baequni Yasin menyampaikan kesan mendalam atas ziarah tersebut dan memberikan nasehat untuk generasi muda agar meneladani sikap Raden Aria Wangsakara.

“Alhamdulillah, saya terkesan dengan ananda dari Lampung ini yang jauh-jauh datang untuk berziarah dan ingin mengenal sejarah leluhur kami. Ini menunjukkan bahwa nilai perjuangan Raden Aria Wangsakara masih hidup di hati generasi muda.

Yang harus kita teladani dari Raden Aria Wangsakara itu bukan hanya sebagai pendiri Tangerang, tapi sikap tauladannya. Pertama, keikhlasannya dalam menyebarkan agama Islam dengan damai melalui pendidikan pesantren. Kedua, keberaniannya melawan ketidakadilan dan penjajah VOC demi membela rakyat kecil. Ketiga, kecintaannya yang luar biasa terhadap tanah air, rela meninggalkan kenyamanan keraton demi membangun peradaban di tanah Lengkong ini.

Untuk ananda dan untuk semua generasi muda, belajarlah dari beliau. Jadilah pemuda yang berilmu seperti santri, berani seperti pejuang, dan ikhlas seperti ulama. Kalau tiga sikap itu kita pegang, Insya Allah kita akan jadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama,” tutur Kiyai Baequni Yasin.

SEJARAH SINGKAT RADEN ARIA WANGSAKARA :

Raden Aria Wangsakara lahir di Sumedang tahun 1615, keturunan Raja Sumedang Larang. Beliau adalah ulama, pejuang, dan pendiri Tangerang.

Pada tahun 1633, atas restu Sultan Banten, beliau mendirikan pesantren dan masjid di tepi Sungai Cisadane di Lengkong Kiai. Setelah Pesantren Grendeng di Karawaci diserang VOC Belanda sekitar tahun 1640 karena dianggap ancaman, para santri pindah dan membangun pesantren baru di Lengkong di bawah pimpinan Aria Wangsakara.

Beliau dikenal juga dengan gelar Kiai Mas Haji Wasangraja dan Wiraraja II atau Ki Lenyep. Beliau memimpin perlawanan rakyat Tangerang melawan VOC selama 7 bulan berturut-turut di wilayah Lengkong.

Raden Aria Wangsakara wafat pada tanggal 15 Agustus 1681 (dalam versi lain 1720) dan dimakamkan di tempat yang tinggi di Lengkong Kulon, sesuai tradisi Keraton Sumedang. Kompleks makamnya kini seluas 3,5 hektar dan telah ditetapkan sebagai Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Tangerang dan Cagar Budaya.

Atas jasa-jasanya, pada 10 November 2021, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada Raden Aria Wangsakara.

“Ziarah ini bukan hanya soal berkah, tapi untuk mengingat sejarah perjuangan ulama yang luar biasa. Kita sebagai generasi muda harus meneladani semangat beliau,” ujar pemuda asal Lampung tersebut.

Adapun ziarah yang dilakukan awak media asal Lampung ini sekaligus untuk berdoa dan memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 November 2026 nanti.

 

(Lulu Zaerina)

Whats-App-Image-2026-11-04-at-22-39-35

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *