https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Untuk Mencegah Tawuran Antar Kelompok Remaja, Polres Bantul Rutin Patroli Siber

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Bantul – Kompassindonesianews.com Polres Kabupaten Bantul, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperkuat pengawasan dan patroli siber untuk mencegah aksi tawuran antar kelompok remaja di wilayah hukumnya selama Ramadhan. Demikian disampaikan oleh, Kapolres Kabupaten Bantul AKBP Novita Eka Sari, Selasa tanggal (4/3/2025).

Novita, mengatakan kami juga akan perkuat sistem patroli pada jam – jam rawan tawuran. Salah satunya, patroli rutin yang dilakukan dini hari hingga subuh yang sudah berjalan selama ini, ujarnya.

Menurut Novita, patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kelompok remaja yang menjadi pelaku maupun korban tawuran. Patroli tersebut meliputi pengawasan, pencegahan, penindakan dan edukasi masyarakat terkait aksi tawuran.

” Sedangkan patroli siber, dilakukan karena banyaknya kasus tawuran yang dimulai dari sosial media,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan beberapa kasus bentrokan antar kelompok remaja yang terjadi di wilayah Kabupaten Bantul diawali melalui percakapan atau status melalui media sosial.

Ia menjelaskan fenomena di awal puasa kemarin, menjadi evaluasi bagi kepolisian terkait rentetan peristiwa keributan antar kelompok. Jeffry menyebut tidak hanya di Bantul, namun juga merembet sampai Kabupaten Kulonprogo. Adanya kejadian pelemparan baru di Galur Kulonprogo, yang beredar di media sosial dengan narasi dari arah Bantul ke Brosot lempar batu pada hari Senin kemaren. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Bantul, tepatnya di jalan Samas dan jalan Parangtritis pada Minggu (2/3/2025).

Lanjutnya, kami meminta para orang tua dan pihak sekolah sama – sama ikut mengawasi putra – putrinya jangan dibiarkan anak – anak bebas keluar rumah tanpa adanya pengawasan jika perlu cek histori media sosialnya,” tambah Jeffry.

Untuk kejadian di jalan Samas dan jalan Parangtritis, pihaknya memastikan telah melakukan langkah awal dengan mengamankan beberapa orang untuk kemudian kami lakukan pembinaan bersama orang tua serta membuat surat pernyataan yang disaksikan perangkat Desa dari RT dan Murah dan pihak sekolah.

Hal ini akan kami catat, dari sekolah mana saja yang sering terlibat dan pernah diamankan. Dan nantinya akan kami lakukan pembinaan, dan juga pengawasan.

Kasi Humas, juga mengingatkan sejumlah pihak, baik orang tua, sekolah, perangkat Kalurahan, hingga RT dan masyarakat untuk sama – sama terlibat dalam pengawasan anak – anak remaja di lingkungan masing – masing.

Ia juga berpesan, pihak sekolah perlu membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan sekolah.” Orang tua juga perlu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, dan mendukung program – program pencegahan kenakalan remaja. Dan masyarakat pun dapat membantu, mengawasi lingkungan sekitar dan melaporkan kegiatan remaja yang mencurigakan, ” tandanya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *