https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

KONI Bengkulu Bidik 25 Besar PON 2028, Target Minimal Enam Medali Emas

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKULU  – Kompassindonssianews.Com Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tak sekadar mengejar keikutsertaan, KONI menargetkan kontingen Bengkulu mampu menembus **25 besar nasional dengan sedikitnya enam medali emas**.

Target tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, **Teuku Zulkarnain**, saat kegiatan *Copy Morning* di Kantor KONI Bengkulu, Kamis (27/8/2026).

“Harapannya bahwa di PON nanti, kita bisa dapat prestasi yang bagus. Targetnya 25 besar. 25 besar ini setara dengan lima sampai enam emas. Itu minimal enam emas,” ujar Teuku.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya KONI membalikkan tren prestasi olahraga Bengkulu di ajang nasional. Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Bengkulu tercatat berada di peringkat ke-37 nasional. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi KONI untuk membenahi sistem pembinaan secara lebih terencana.

Target 25 besar sendiri bukan gagasan yang baru muncul. Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bengkulu pada Januari 2026, Teuku Zulkarnain juga telah menegaskan ambisi membawa Bengkulu masuk jajaran 25 besar pada PON 2028.

### Pembinaan Atlet Diperkuat

Untuk mengejar target tersebut, KONI Bengkulu mulai mengubah pola pembinaan atlet. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada persiapan menghadapi pertandingan, tetapi dilakukan secara jangka panjang dan terukur.

KONI telah menjalankan program pembinaan atlet yang mencakup latihan terprogram, pemantauan perkembangan, pemenuhan kebutuhan atlet serta pelatih, hingga pemberian penghargaan atas prestasi.

Pada 2026, KONI Bengkulu juga telah menetapkan puluhan atlet dan pelatih sebagai bagian dari program binaan. Sebelumnya, sebanyak 39 atlet dari sejumlah cabang olahraga serta 17 pelatih disebut masuk dalam program pembinaan KONI untuk dipersiapkan menghadapi PON 2028.

Ketua Harian KONI Bengkulu, Dali Sukma, sebelumnya menjelaskan bahwa pembinaan tersebut dirancang agar atlet tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga memperoleh program latihan, pemenuhan gizi, perlindungan sosial, monitoring perkembangan dan penghargaan.

### Atlet Diminta Fokus Berlatih

Teuku menegaskan, persoalan ekonomi atlet tidak boleh menjadi penghambat dalam mengejar prestasi. Karena itu, KONI berupaya memberikan honor kepada atlet dan pelatih. Bahkan, sejumlah atlet diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan sehingga kebutuhan hidup mereka dapat lebih terjamin selama menjalani proses pembinaan.

Menurut Teuku, pembagian tanggung jawab tersebut harus jelas. Atlet diminta berkonsentrasi menjalani latihan dan meningkatkan prestasi, sementara persoalan kebutuhan hidup menjadi perhatian KONI.

“Jadi saya bilang itu kamu harus memikir apa masalah kebutuhan hidup dan lain-lain, itu urusan KONI. Urusan kamu hanya latihan dan berikan prestasi yang terbaik untuk di PON nanti. Hanya itu saja yang kami minta dari sport,” katanya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa KONI ingin membangun pola pembinaan yang tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap keberlangsungan karier atlet.

### Pengurus Tidak Digaji

Di sisi lain, Teuku mengatakan dirinya sejak awal meminta jajaran pengurus KONI Bengkulu untuk tidak menerima gaji. Menurut dia, kepengurusan saat ini harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun fondasi olahraga Bengkulu.

Ia mengibaratkan pembinaan olahraga seperti menanam dan merawat tanaman sebelum menikmati hasilnya.

“Ibaratnya kita lagi menanam. Menanam barang emas. Kenapa kita tanam itu kan kita harus pupuk dulu, keluar tenaga kita di sana, keluar biaya kita di sana. Baru kita bisa panen nanti. Itu pun kalau nggak gagal panen,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KONI Bengkulu ingin menempatkan anggaran dan energi organisasi lebih besar pada pembinaan serta peningkatan kualitas atlet, bukan semata-mata pada kepentingan internal organisasi.

### Fokus pada Cabang Olahraga Potensial

Untuk merealisasikan target enam emas, KONI juga melakukan pemetaan terhadap cabang olahraga yang memiliki peluang menyumbangkan medali. Beberapa cabang yang sebelumnya memiliki prestasi di tingkat nasional menjadi perhatian untuk diperkuat.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut cabang seperti tinju dan gulat sebagai bagian dari olahraga yang menjadi fokus pembinaan. KONI juga telah mencatat prestasi dari cabang lain, termasuk tiga medali emas yang diraih atlet binaan pada kejuaraan tinju di Lampung pada awal Juli 2026.

Selain itu, persiapan atlet dari cabang menembak juga telah dilakukan melalui program latihan di Jakarta sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028.

Dengan waktu menuju PON 2028 yang masih tersedia, KONI Bengkulu menilai pembinaan sejak sekarang menjadi faktor penting. Tahun 2027 akan menjadi fase penting menuju Pra-PON, sedangkan PON 2028 menjadi momentum untuk membuktikan hasil pembinaan tersebut.

Target enam medali emas dan posisi 25 besar tentu bukan pekerjaan ringan. Namun, KONI Bengkulu menilai target tersebut dapat dicapai apabila pembinaan dilakukan secara konsisten, atlet mendapatkan dukungan yang memadai, cabang olahraga potensial diprioritaskan, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga bergerak dalam satu arah.

Bagi Bengkulu, PON 2028 bukan sekadar ajang pertandingan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan sejak sekarang mampu mengangkat kembali prestasi olahraga daerah di tingkat nasional.

Pewarta : Feronike.(Mimi)

 

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *