https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Sekretaris Daerah Sleman, Pasar Murah ini Diprioritaskan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai menggelar pasar mutah Ramadhan. Pasar murah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama puasa hingga hari Raya Idul Fitri 1446 H, peluncuran operasi pasar murah ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto bertempat di GOR Bimoseno Pandowoharjo, Kamis (6/3/2025).

Pada kesempatan tersebut Sekda Sleman, Susmiarto menuturkan bahwa pasar murah kali ini diadakan di 36 Kalurahan, hal itu bertujuan agar masyarakat tidak lagi terhalang oleh jarak untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

” Dulu itu kita adakan di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman, nah ini kita buat di Kalurahan tapi tidak semua Kalurahan tapi di 36 Kalurahan. Tujuannya adalah biar masyarakat, tidak terlalu jauh dengan lokasi penjualan pasar mutah itu,” ujarnya.

Ia menyebut pasar murah tahun ini, dilaksanakan mulai tanggal 6 Maret sampai dengan 21 Maret 2025 mulai pukul 08.30 WIB. Program tersebut menyasar seluruh masyarakat umum yang berdomisili atau ber KTP Kabupaten Sleman dan di prioritaskan bagi masyarakat kurang mampu,” kata Sekda.

Lanjutnya, dalam pelaksanaannya pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan lintas instansi terkait seperti, Perum Bulog Wilayah DIY, Pinsar Petelur Nasional (PPN) Sleman, Gapoktan Sleman, PT.Saliman Riyanto Raharjo, dan Petani horti binaan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Susmiarto pun menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk operasi pasar murah ini bersumber dari APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp.334.437.500,00 dan subsidi dari Bank Indonesia DIY sebesar Rp.72.000.000,00.

” Terus hari ini kita melakukan pasar murah, sebagian anggaran belanjanya kita dibantu dari dana Bank Indonesia yang memberi sibsidi sehingga nanti harga yang dibeli masyarakat di pasar murah ini lebih murah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan digelarnya pasar murah 2025 ini menyediakan komoditas bahan pokok dengan harga yang relatif murah. Pemerintah Kabupaten Sleman, memberikan reduksi biaya distribusi sebesar Rp.2000 per kilo atau per liter untuk masing – masing komoditas.

Seluruh komoditas diberikan reduksi biaya distribusi sebesar Rp.2000 per kilo atau per liter, jadi masyarakat nanti bisa membeli lebih murah dari harga pasar,” tutur Mae.

Komoditas yang di sediakan total untuk 36 titik, beras premium ini 40,8 ton, beras medium 35,5 ton, minyak goreng 18.100 liter, gula pasir 10,65 ton, telur ayam 7,2 ton, daging ayam sebanyak 2,9 ton.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa pemerintah daerah telah menetapkan pembatasan kuota untuk tiap – tiap komoditas. Adapun ketentuan limitasi tersebut ialah beras medium 10 kilo gram per orang, beras premium 10 kilo gram per orang, minyak goreng 2 liter per orang, gula pasir 2 kilo gram per orang, telur ayam 2 kilo gram per orang, dan daging ayam maksimal 2 kilo gram per orang.

Ini kenapa kita batasi, pembatasan ini kami harapkan agar nantinya masyarakat dapat lebih banyak yang kita jangkau,” jelas Kadais.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *