MERANTI – kompassIndonesianews.com – Terkait keresahan warga dan pemberitaan media tentang kondisi jalan yang amblas menuju Jembatan Kaki Seribu di Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Camat Zainal, SE langsung mengambil tindakan cepat pada Senin, 14 April 2025.
Insiden jalan amblas tersebut terjadi pada Minggu sore, 13 April 2025, sekitar pukul 17.15 WIB, dengan kedalaman mencapai 30 sentimeter. Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat akan terputusnya akses utama yang menghubungkan antarwilayah, terutama karena jalan tersebut menjadi jalur vital aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Menanggapi hal itu, Camat Zainal, SE turun langsung ke lapangan bersama aparatur kecamatan, buruh penarik gerobak, dan warga untuk melakukan gotong royong. Mereka melakukan penanganan darurat dengan metode tradisional namun efektif, yakni menanam batang kelapa sebagai fondasi sementara dan menutupnya dengan papan tebal agar tetap bisa dilalui kendaraan ringan.
“Ini adalah langkah cepat yang kami ambil demi menjaga konektivitas antarwilayah. Kalau tidak ditangani segera, dikhawatirkan akses warga akan terputus total,” ungkap Zainal saat ditemui di lokasi.
Zainal juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah di tingkat lebih tinggi untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.

“Kami harap Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi tidak tinggal diam. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyangkut kesejahteraan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Aksi cepat ini mendapat apresiasi dari warga, yang merasa bahwa pemerintah hadir dan responsif terhadap persoalan mereka. Perbaikan sementara ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian bersama, sembari menantikan penanganan yang lebih komprehensif dari pihak berwenang.
Penulis Ardes















