https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Gandeng KPK, Pemkab Sleman Selenggarakan Talkshow Ngopi Ngobrol Antikorupsi

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, DIY, menyelenggarakan sosialisasi anti korupsi di Kabupaten Sleman.

 

Sosialisasi ini, dikemas dalam program Talkshow bertajuk ” Ngopi sambil Ngobrol Antikorupsi ” yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman pada Rabu 23 April 2025.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo yang sekaligus menjadi narasumber bersama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto.

 

Kegiatan Ngopi Ngobrol Antikorupsi ini, menyasar berbagai elemen masyarakat diantaranya tokoh masyarakat, tokoh adat, dan organisasi masyarakat sesuai tema yang diangkat yaitu peran tokoh masyarakat, tokoh adat, dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Sleman bebas dari korupsi.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto yang dalam hal ini mewakili Bupati Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi Ngopi dan Ngobrol Antikorupsi ini sebagai upaya bersama dalam membangun kesadaran kolektif dari bawah (grassroots) hingga birokrasi sebagai sarana edukasi dan diseminasi nilai – nilai antikorupsi. Sekda menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi baik dari aspek struktural maupun kultural.

 

Kami berkomitmen untuk mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi baik dari aspek struktural maupun kultural, Alhamdulillah indeks capaian Monitoring Center For Prevention (MCP) Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2024 sebesar 97,38% dengan peringkat 14 nasional dan peringkat 1 di DIY,” ujarnya saat menyampaikan sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo menyampaikan tujuan agenda Ngobrol dan Ngopi Antikorupsi ini adalah untuk berkolaborasi dalam pemberantasan korupsi serta di harapkan seluruh lapisan masyarakat termasuk Pemerintah dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sleman dapat melakukan pencegahan pemberantasan korupsi sesuai bidang masing – masing,” jelasnya.

 

Ia menambahkan melalui kegiatan ini, juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak dan permasalahan korupsi di Indonesia.

 

Ibnu, juga berpesan dalam implementasi pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat saja, namun juga seluruh lapisan masyarakat melalui penanaman integritas mulai sejak dini.

 

Mari kita bersama – sama untuk selalu menanamkan integritas sejak dini, yang menjadi aspek utama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

 

Ia menyebut, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang berdampak ke seluruh aspek kehidupan masyarakat.” Oleh karenanya, budaya antikorupsi harus benar – benar kita implementasikan dan ini adalah peran kita bersama,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *