https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pesan Bupati Sleman, Teknologi Boleh Maju Tetapi Etika Jurnalistik Harus Tetap Menjadi Landasan Utama

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman Kompassindonesianews.comMenjawab tantangan zaman di tengah arus informasi digital yang kian deras, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar kegiatan bertema ” Literasi Media dan Adaptasi Teknologi “. Kegiatan ini dilaksanakan di Loman Park Hotel Yogyakarta pada Kamis 26 Juni 2025, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang yang kompeten di bidang media dan teknologi.

Kegiatan ini dibuka oleh, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Kabupaten Sleman, Anton Sujarwo yang mewakili Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya.

 

Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Literasi Media dan Adaptasi Teknologi dengan tema ” Peran Artificial Intelligence Dalam Jurnalistik “, kegiatan ini tentunya sangat mendukung upaya peningkatan wawasan dan pengetahuan para jurnalis online yang tergabung dalam IWOI DPD Kabupaten Sleman.

Saya harapkan setelah mengikuti FGD ini, para jurnalis online dapat menyajikan informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik,” pesannya.

Saya mengajak seluruh insan pers dan pelaku media, untuk senantiasa mengedepankan integritas akurasi dan keberimbangan dalam setiap produk jurnalistiknya.

Teknologi boleh maju, tetapi etika jurnalistik harus tetap menjadi landasan utama. Al adalah alat yang sangat bermanfaat, namun tetap membutuhkan kendali dan kebijakan yang bijaksana agar teknologi tersebut membawa manfaat bukan mudharat.

Lanjutnya, sebagai anggota dari Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Sleman saya berharap setiap jurnalis dapat memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Sleman.

Jurnalis merupakan mitra kami, dalam melakukan diseminasi kebijakan sekaligus sebagai evaluasi pembangunan.” Saya harap IWOI DPD Sleman, dapat mencerminkan profesionalisme jurnalistik yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik berprinsip bersih dan obyektif.

Lebih lanjut, ia mengatakan kita berada di era disrupsi teknologi yang bergerak begitu cepat. Kecerdasan buatan atau Al bukan lagi sebatas fisik ilmiah, Al sudah masuk ke berbagai sendi kehidupan, termasuk dalam proses produksi, penyebaran, hingga konsumsi informasi dan berita. Oleh karena itu, isu yang kita bahas hari ini bukan lagi sebatas wacana melainkan telah menjadi realitas yang memengaruhi kehidupan kita termasuk dalam dunia jurnalisme.

Di dunia jurnalistik, kehadiran Al membawa dua sisi mata uang. Disatu sisi, Al mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat analisis data, bahkan membantu jurnalis dalam menyajikan informasi yang lebih cepat, akurat dan mendalam.” Namun disisi lain, Al juga menimbulkan kekhawatiran, seperti ancaman terhadap etika jurnalistik, potensi penyebaran berita hoaks, disinformasi, hingga kekhawatiran tergesernya peran manusia.

Oleh karena itu, literasi media dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi khususnya Al sebagaimana yang kita lakukan saat ini merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan Al secara bijak. Literasi media bukan hanya soal kemampuan mengakses informasi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan memverifikasi kebenaran informasi yang beredar.

” Lebih dari itu, adaptasi terhadap teknologi harus diimbangi dengan penguatan etika, integritas, dan tanggung jawab sosial. Al adalah alat, namun kendali dan penentuan arah tetap harus berada di tangan manusia yang memiliki nurani, akal sehat, dan komitmen terhadap kebenaran. Oleh karena itu, kegiatan FGD ini menjadi sangat strategis.

Di satu sisi, kita perlu mendorong pemanfaatan teknologi Al secara optimal untuk meningkatkan kualitas jurnalistik, namun disisi lain, kita juga harus memperkuat literasi media agar masyarakat mampu memilah dan memahami informasi dengan bijak.

Saya berharap, dalam forum ini dapat lahir pemikiran – pemikiran yang kritis dan solutif mengenai bagaimana etika dan standar jurnalistik dijaga di tengah era otomatisasi berita serta bagaimana Al bisa menjadi alat bantu yang memperkuat akurasi bukan justru mempercepat penyebaran informasi palsu.

Saya juga berharap FGD ini dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi penguatan sistem informasi publik yang adaptif di era Al, serta mendorong semakin terwujudnya masyarakat Kabupaten Sleman yang cerdas, melek teknologi dan mampu menjadi konsumen informasi yang kritis. Mari kita jalin kolaborasi dan sinergi antara jurnalis, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosisten informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *